Kepri  

Silika Natuna Diolah Sendiri, Kepri Bidik Pasar Vietnam hingga Hainan

KEPRI TIME – Gubernur Kepri, Ansar Ahmad menegaskan komitmennya. Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau mendorong hilirisasi silika di Natuna. Tujuannya jelas, kekayaan alam daerah itu tak lagi dijual mentah.

“Kita akan mendorong hilirisasi komoditas silika di Natuna agar sumber daya alam tidak hanya dijual dalam bentuk bahan mentah,” ujar Ansar, Senin, 28 September 2026.

Menurut Ansar, pengolahan silika membuka pintu bagi pasokan industri. Tak terkecuali industri energi terbarukan. Dengan begitu, nilai tambah tetap mengendap di daerah, bukan mengalir ke luar.

BACA JUGA:  Kabareskrim Peringatkan Personel Polda Kepri: Kewenangan Bukan untuk Disalahgunakan

Namun, hilirisasi bukan satu-satunya jalan. Ansar juga menyoroti letak geografis Kepri. Posisinya strategis. Karena itu, ia menilai potensi ekonomi dari posisi itu harus digarap serius.

Salah satunya jalur Natuna, Ho Chi Minh City. Pemerintah daerah mengaku sudah membahasnya langsung dengan Duta Besar Vietnam.

“Kalau dengan pesawat sekitar satu setengah jam. Kita sudah bertemu Dubes Vietnam dan sudah membahasnya. Tinggal kita komunikasikan lebih lanjut dengan Kementerian Luar Negeri,” kata Ansar.

BACA JUGA:  Kemarau Panjang, Polsek Siantan Bawa Air Bersih di Dua Desa

Langkah itu belum berhenti. Pemprov Kepri juga menjajaki akses perdagangan dengan Hainan, China.

Khusus untuk Anambas, pemerintah berupaya memenuhi kebutuhan pokok dari daerah yang lebih dekat secara geografis. Hainan masuk dalam hitungan.

Ansar menegaskan, wilayah terdepan butuh perlakuan khusus. Kebijakan tak bisa disamaratakan.

“Wilayah terdepan memerlukan kebijakan khusus. Kebijakan itu harus memperhitungkan karakter geografis dan kebutuhan masyarakat setempat,” pungkasnya.***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *