Batam Juara Umum Biliar Porprov VI Kepri 2026 dengan 4 Emas

KEPRI TIME – Kota Batam keluar sebagai juara umum cabang olahraga (cabor) biliar Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) VI Kepulauan Riau 2026, dengan raihan empat medali emas.

Kabupaten Bintan menempati posisi kedua dengan dua medali emas dan tiga perak. Sementara itu, Kota Tanjungpinang harus puas di peringkat ketiga setelah mengumpulkan dua medali emas dan dua perak.

Ketua Persatuan Olahraga Biliar Seluruh Indonesia (POBSI) Kepri, Dicky Indramuliawan, mengatakan seluruh rangkaian pertandingan biliar yang berlangsung di Star 7 Biliar & Resto, kawasan Batu 3, Kota Tanjungpinang, berjalan lancar tanpa kendala berarti.

“Alhamdulillah, seluruh rangkaian pertandingan cabang olahraga biliar Porprov VI Kepri telah terlaksana dengan baik dan lancar. Tidak ada kendala berarti selama pelaksanaan pertandingan,” ujar Dicky.

BACA JUGA:  Juara ASEAN Saja Tak Cukup, Herdman Bidik Amunisi Baru

Pertandingan kali ini diikuti lima kontingen kabupaten/kota, yakni Batam, Tanjungpinang, Karimun, Natuna, dan Bintan.

Keberhasilan Batam merebut gelar juara umum menjadi modal penting bagi pembinaan biliar di Kepulauan Riau. Namun, POBSI Kepri tidak ingin berhenti pada pencapaian di tingkat provinsi.

Dicky menegaskan, pihaknya mulai mempersiapkan atlet-atlet potensial untuk menghadapi kompetisi berikutnya, termasuk babak kualifikasi atau Pra-PON sebagai tahapan menuju Pekan Olahraga Nasional (PON) 2028 di Nusa Tenggara Barat (NTB).

Sejumlah atlet potensial saat ini telah bermunculan dari beberapa daerah, terutama Batam, Bintan, dan Tanjungpinang.

BACA JUGA:  Tanjungpinang Bersiap: Porprov VI Kepri 2026 di Ambang Pembukaan

POBSI Kepri juga akan kembali melakukan seleksi serta menyusun program latihan yang lebih terarah agar atlet mampu bersaing di level nasional.

Tak hanya atlet putra, pembinaan atlet putri juga menjadi perhatian. Dicky menyebut sejumlah atlet putri mulai menunjukkan perkembangan dan potensi prestasi, di antaranya berasal dari Batam, Tanjungpinang, dan Karimun.

Terkait tidak dipertandingkannya nomor putri pada Porprov VI Kepri kali ini, Dicky menjelaskan keputusan tersebut berkaitan dengan persyaratan minimal jumlah daerah peserta. Setiap nomor pertandingan harus diikuti sedikitnya empat kabupaten/kota.

Sementara itu, persebaran atlet putri biliar di Kepri saat ini masih terkonsentrasi di beberapa daerah sehingga belum memenuhi ketentuan tersebut.***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *