KEPRI TIME – Panitia Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) VI Kepulauan Riau 2026, telah merampungkan persiapan hingga tahap akhir.
Rapat koordinasi bersama chef de mission (CDM) tuntas pada 24 September dan berjalan lancar. Seluruh instansi dan aparat keamanan telah dikoordinasikan, mulai dari kesiapan tuan rumah hingga pengamanan seluruh venue.
Namun, di balik klaim kesiapan itu, masih ada ganjalan. Sekretaris PB Porprov VI Kepri 2026, Suyono, mengakui 12 lokasi masih terkendala. Dua cabang olahraga dayung dan aquatic bahkan belum membentuk panitia penyelenggara.
“Memang yang masih kendala 12 lokasi. Sampai hari ini ada dua cabang olahraga, yaitu dayung dan aquatic, belum terbentuk panitia penyelenggara,” kata Suyono, Senin (29/9).
Panitia tak tinggal diam. Hari ini, tim bidang pertandingan akan menyurati dan menunjuk langsung wakil panitia PB untuk menangani kepanitiaan kedua cabor tersebut.
Alasannya, satu pengurus telah berakhir masa jabatannya, sementara yang lain baru menunaikan umrah pada Rabu pekan lalu.
Suyono menegaskan, secara normatif persiapan lain sudah rampung. Seluruh sarana dan prasarana kostum, ID card, hingga perlengkapan pertandingan sudah berada di kantor PB.
“Mungkin besok atau lusa sudah kita bawa ke Tanjungpinang untuk koordinasi dengan seluruh tim panitia sekaligus persiapan penyambutan kontingen,” ujarnya.
PB Porprov VI Kepri 2026: Atletik Tiba Lebih Dulu
Kontingen atletik diprediksi tiba lebih dulu. Mereka dijadwalkan bertanding mulai 29 Oktober. “Mereka akan bertanding lebih dulu karena kesiapan mereka. Penyulang yang bergabung dengan atletik dan sepak bola juga kita dahulukan secara lengkap,” kata Suyono.
Panitia juga menyiapkan langkah antisipatif. Mobilisasi peralatan atlet dari Batam yang mayoritas berbasis di sana memerlukan surat-menyurat ke instansi terkait, termasuk Bea Cukai, karantina, dan kepolisian.
“Kami akan membantu melakukan surat-menyurat untuk meminta impensasi dalam mobilisasi peralatan. Keluar-masuk barang harus kita antisipasi agar tidak terjadi masalah saat kembali dari Tanjungpinang,” tegasnya.
Soal angka, Suyono menyebut kesiapan sudah mencapai 85 persen. “Baru pagi tadi saya menghadap ke Ketua PB. Secara persentase, boleh dikatakan sudah 85 persen,” ujarnya.
Meski begitu, ia tak menutup mata pada kendala teknis. Perdebatan antarkontingen soal posisi atlet kerap muncul.
“Kadang yang dipermasalahkan bukan teknis, tapi administratif. Misalnya kontingen kabupaten melaporkan ke kontingen B, lalu PB merangkum data sesuai yang disampaikan tim verifikasi,” jelas Suyono.
Tim verifikasi, lanjutnya, telah menerima data KTP, KK, dan dokumen kependudukan lainnya. Data itu menjadi bagian dari sistem.
“Kalau ada pemrosesan bahwa atlet ini sudah internasional, kami tidak melihat itu. Yang kami pakai adalah data setempat berkedudukan di lokasi, misalnya di Bintan atau Batam,” pungkasnya.
Dengan sisa waktu, panitia memastikan kontingen mulai bergerak menuju Tanjungpinang pada 29 September. Seluruh kelengkapan diharapkan tuntas dalam satu dua hari ke depan.***













