Tapak Suci Sport Academy Batam: 65 Medali, Dua Gelar Juara Umum, Satu Piala Bergilir

KEPRI TIME – Kontingen Tapak Suci Sport Academy (TSSA) Batam pulang bukan dengan tangan kosong. Mereka mengamuk di King of Silat Championship Open 1, dengan 31 medali emas, 23 perak, dan 11 perunggu. Total 65 medali.

Hasil itu mengantar TSSA Batam menggenggam dua gelar Juara Umum sekaligus Usia Dini dan Pra Remaja plus Piala Bergilir sebagai hadiah utama. Prestasi ini tidak lahir dalam semalam.

Ia ditempa dari latihan konsisten, doa yang tak putus, dan kerja sama rapat antara atlet, orang tua, pelatih, serta seluruh tim.

Para atlet Tapak Suci Sport Academy Batam bertarung di berbagai kategori, diantaranya tanding, solo kreatif, seni tunggal IPSI, seni ganda, seni regu, dan senjata.

Mereka tidak sekadar mengejar kemenangan. Lebih dari itu, mereka belajar berani tampil, disiplin, mengendalikan diri, menghargai lawan, menerima hasil, dan terus memperbaiki kemampuan.

Setiap atlet punya perjuangannya sendiri. Ada yang pulang membawa emas, ada yang perak, ada yang perunggu. Semuanya tetap bagian penting dari proses pembinaan.

Di Gelanggang A, sejumlah atlet Tapak Suci Sport Academy Batam naik podium:

· Saira (perunggu)
· Dionna (emas)
· Risman (emas)
· Abimana (perunggu)
· Dionna – Solo Kreatif (emas)
· Fadiko – Solo Kreatif (emas)
· Ghani – Solo Kreatif (perak)
· Ary – Solo Kreatif (emas)
· Izzaty – Solo Kreatif (perunggu)
· Azalea – Solo Kreatif (emas)
· Fachry – Solo Kreatif (emas)
· Bita – Solo Kreatif (emas)
· Adzra – Solo Kreatif (perak)
· Arsya – Solo Kreatif (perunggu)

BACA JUGA:  TC Penuh 10 Hari, POBSI Batam Kunci Strategi demi Emas Porprov VI Kepri

Pada kategori seni tunggal, ganda, dan regu, atlet Tapak Suci Sport Academy Batam juga tampil maksimal:

· Dionna – Seni Tunggal (emas)
· Al-Arsy – Seni Tunggal (perak)
· Dziko – Seni Tunggal (perunggu)
· Zaidan – Seni Tunggal (perunggu)
· Athallah – Seni Tunggal (perak)
· Zhiya – Seni Tunggal (perak)
· Arsya Al Hanif – Seni Tunggal (emas)
· Caca – Seni Tunggal (perunggu)
· Ghani & Dziko – Seni Ganda (emas)
· Ary, Arsy & Dziko – Seni Regu (emas)
· Azza, Keke & Juhda – Seni Regu (emas)

Di Gelanggang B, prestasi terus mengalir:

· Adiba (perunggu)
· Risman (emas)
· Wafi (perak)
· Adzril (emas)
· Airin (emas)
· Kireina – Seni Tunggal (perak)
· Riffat – Seni Tunggal (perak)
· Adzra – Seni Tunggal (emas)
· Adam & Fachry – Seni Ganda (emas)
· Kirana, Arsy & Zhiya – Seni Regu (emas)
· Fathir – (emas)
· Barra – (perak)

Sementara itu, atlet TSSA di Gelanggang C juga menyumbang medali:

· Latif (perak)
· Ghani (perunggu)
· Adam Faiz (perunggu)
· Aksa (emas)
· Kayla – Senjata (emas)
· Kevin – Senjata (emas)
· Arsya – Senjata (perak)
· Al (emas)
· Fatir (emas)
· Al-Arsya – Seni Tunggal (perak)
· Kayla – Seni Tunggal (emas)
· Mahesa – Seni Tunggal (perak)
· Izaa – Seni Tunggal (perak)
· Juhda – Seni Tunggal (emas)
· Izzati – Seni Tunggal (perunggu)
· Anneke – Seni Tunggal (emas)
· Kirana – Seni Tunggal (perak)
· Dziko (emas)
· Didhi (perak)
· Adelio (perak)
· Adam Wangi (perak)
· Ainal (perak)
· Gilang (perak)
· Embun (perak)
· Adam H (emas)

BACA JUGA:  MotoGP Aragon 2026: Bezzecchi Tercepat, Duo Marquez Menguntit

Perjuangan berlanjut hingga partai-partai akhir. Zubair meraih perak, Arsyaka perak, Lathif perak, dan Baldi emas di partai final.

Pesan Pelatih Tapak Suci Sport Academy Batam

Pelatih Tapak Suci Sport Academy Batam, Didin, menyampaikan apresiasi kepada seluruh atlet yang berjuang sejak latihan hingga pertandingan.

“Terima kasih dan apresiasi sebesar-besarnya untuk anak-anak Tapak Suci Sport Academy Batam yang sudah berjuang, berlatih, bertanding, berani tampil, dan memberikan yang terbaik,” kata Didin.

Lanjut Didin, ucapan terima kasih juga disampaikan kepada para orang tua atlet, yang selalu memberi dukungan.

“Terima kasih banyak atas support-nya setiap hari. Terima kasih sudah meluangkan waktu untuk antar-jemput latihan, menemani, mendukung, dan terus memberikan semangat kepada anak-anak,” ujarnya.

Didin menuturkan, di balik anak yang berdiri di podium, ada orang tua yang selalu setia mengantarkan mereka sampai ke tempat latihan.

Menurut Didin, keberhasilan seorang atlet bukan hanya buah latihan di gelanggang. Dukungan orang tua yang terus hadir dalam prosesnya juga menentukan.

“Semoga semua lelah, waktu, tenaga, dan perjuangan Ayah/Bunda menjadi amal kebaikan yang Allah catat sebagai pahala. Aamiin,” tambah Didin.

Prestasi ini menjadi kebanggaan bersama. Namun bagi Tapak Suci Sport Academy Batam, prestasi bukan satu-satunya tujuan.

“Tujuan kita ikut Tapak Suci adalah ibadah. Juara itu bonus dari Allah atas ikhtiar yang kita lakukan. Tetap rendah hati, jangan cepat puas, terus berlatih, jaga akhlak, dan jangan lupa bersyukur,” ungkapnya.

BACA JUGA:  Kick-off Batam Grassroot Football Festival 2026: Amsakar Apresiasi Pembinaan Usia Dini

Pesan itu menjadi pengingat, bahwa setiap latihan dan pertandingan harus dilandasi niat baik. Menang tidak membuat sombong. Kalah tidak membuat menyerah. Keduanya bagian dari proses menjadi lebih baik.

Keberhasilan Kontingen Tapak Suci Sport Academy Batam di King of Silat Championship Open 1 juga buah kerja keras seluruh pelatih dan asisten pelatih.

“Terima kasih atas waktu, tenaga, arahan, pendampingan, dan kerja sama sejak persiapan, latihan, hingga pertandingan usai,” kata Didin.

Prestasi ini bukan hasil satu orang. Ini hasil kerja bersama antara atlet, orang tua, pelatih, asisten pelatih, dan seluruh keluarga besar Tapak Suci Sport Academy.

Pencapaian di King of Silat Championship Open 1 menjadi motivasi bagi Tapak Suci Sport Academy Batam untuk terus membina atlet secara berkelanjutan.

Semoga para atlet semakin berkembang, tidak cepat puas, dan terus membawa nilai-nilai Tapak Suci dalam kehidupan sehari-hari.

“Alhamdulillah. Terima kasih dan selamat untuk seluruh keluarga besar Tapak Suci Sport Academy,” ucap Didin.***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *