KEPRI TIME – Aksi kejar-kejaran mencekam terjadi di jalanan Dompak, Tanjungpinang. Polisi membuntuti komplotan pencuri kabel Jembatan Ramayana. Satu pelaku berhasil ditangkap. Tiga lainnya kabur.
Mobil Toyota Avanza silver bernomor polisi BP 1891 HO menjadi kendaraan andalan komplotan itu. Bagian belakangnya penuh sesak dengan kabel curian. Bahkan, beban berat membuat mobil oleng.
Peristiwa itu terjadi Selasa (11/8/2026) malam. Polisi mengikuti gerak-gerik mobil pelaku. Pengintaian berakhir di gang sempit Engku Putri. Di sanalah pengejaran panas terjadi.
Apes bagi komplotan itu. Mobil yang mereka tumpangi menabrak trotoar. Satu orang terjebak di dalam. Warga sekitar sigap membantu polisi menangkapnya. Tiga rekannya memanfaatkan kekacauan untuk melarikan diri.
Ipda Rafael Limbong, Kanit Jatanras Satreskrim Polresta Tanjungpinang, membenarkan penangkapan itu.
“Benar. Semalam kami amankan satu pelaku. Tiga masih buron. Kami kejar,” ujar Limbong melalui WhatsApp, Rabu (12/8/2026).
Mobil pelaku kini terparkir di kantor Satreskrim. Barang bukti kabel masih utuh di dalamnya. “Sudah amankan di parkiran Reskrim. Bukti masih di dalam,” katanya.
Berapa panjang kabel yang dicuri? Polisi belum tahu. Pengukuran masih berlangsung. Tapi satu hal pasti: muatan mobil nyaris penuh. “Belum kami ukur. Bagian belakang mobil sampai penuh, miring-miring bawaannya,” ungkap Limbong.
Polisi memastikan kabel itu milik Jembatan Ramayana Dompak. “Kabel jembatan Ramayana, Dompak. Tapi sekarang kami masih di jalan. Masih cari pelaku lain,” ujarnya.
Pelaku 4 Orang, 3 Buron
Hasil penyelidikan awal mengungkap fakta baru. Komplotan ini beranggotakan empat orang. Polisi sudah kantongi identitas ketiga buronan.
“Pelaku empat orang. Yang kami amankan baru satu. Tiga masih pencarian. Identitasnya sudah kami tahu,” tegas Limbong.
Polisi tak berhenti di situ. Mereka mendalami kemungkinan komplotan ini beraksi di tempat lain. Pengakuan pelaku yang tertangkap mengejutkan. Pencurian kabel Jembatan Ramayana bukan kali pertama.
“Kami belum kembangkan ke lokasi lain. Tapi pengakuan sementara dari yang satu ini, dia sudah melakukannya tiga kali,” pungkas Limbong.
Tiga pelaku masih buron. Polisi terus mengejar. Pengembangan kasus terus berjalan oleh pihak kepolisian setempat.***













