Polri Kebut Operasi SAR KM Virgo Transport 8: 118 Nyawa Masih Dipertaruhkan

KEPRI TIME – Polri bergerak cepat. Operasi Search and Rescue (SAR) KM Virgo Transport 8 di perairan Tanjung Selatan, Kalimantan Selatan, sekitar Pulau Masalembu, terus diperkuat.

Pengerahan kekuatan dilakukan secara terpadu, dengan mencari, menyelamatkan, mengevakuasi, mengidentifikasi, hingga melayani keluarga korban.

Prioritasnya jelas. Karopenmas Divhumas Polri Brigjen Pol. Trunoyudo Wisnu Andiko menegaskan, fokus utama saat ini adalah pencarian dan penyelamatan penumpang serta awak kapal yang belum ditemukan.

“Polri memberikan dukungan penuh dalam operasi SAR KM Virgo Transport 8. Prioritas utama saat ini adalah pencarian, penyelamatan, dan evakuasi seluruh penumpang maupun awak kapal yang masih dalam proses pencarian,” ujar Trunoyudo, Minggu (13/9/2026).

Polri tidak bergerak sendirian. Bersama Basarnas, TNI AL, KSOP, pemerintah daerah, dan seluruh unsur terkait, mereka bahu-membahu mempercepat proses pencarian di lokasi.

Kronologi dan Data Sementara

Berdasarkan data sementara hingga Minggu (13/9/2026) pukul 09.00 WIB, KM Virgo Transport 8 berlayar dari Surabaya menuju Banjarmasin. Kapal dilaporkan hilang kontak sekitar pukul 02.05 WITA.

Posisi terakhir kapal diperkirakan berada di sekitar Pulau Masalembu, berjarak sekitar 86 mil laut (NM) dari Pelabuhan Trisakti Banjarmasin.

Data sementara mencatat jumlah Person On Board (POB) sebanyak 243 orang. Rinciannya, sekitar 215 penumpang dan 30 awak kapal.

Dari jumlah itu, 125 orang telah berhasil dievakuasi. Sebanyak 124 orang selamat, satu orang meninggal dunia. Sementara 118 orang lainnya masih dalam proses pencarian.

“Data sementara mencatat 243 orang berada di kapal. Sebanyak 125 orang telah berhasil dievakuasi, terdiri dari 124 orang selamat dan satu orang meninggal dunia,” jelas Trunoyudo.

BACA JUGA:  Lowongan Kerja PT KAI 2026: Ini Syarat dan Cara Mendaftar

Trunoyudo menegaskan, Polri bersama seluruh unsur SAR akan terus melakukan upaya maksimal untuk menemukan dan mengevakuasi mereka yang masih dalam pencarian.

Tiga Kapal Polisi Dikerahkan

Untuk memperkuat operasi, Korpolairud Baharkam Polri memberangkatkan tiga Kapal Polisi terdekat menuju lokasi kejadian.

Pertama, KP Laksmana-7012 yang berada dalam posisi BKO Kalsel. Jaraknya sekitar 80 NM dengan estimasi waktu tempuh tujuh jam.

Kedua, KP Ibis-6001 yang berada dalam posisi BKO Kalteng. Jaraknya sekitar 103 NM dengan estimasi waktu tempuh sembilan jam.

Ketiga, KP Manyar-5003 yang berada dalam posisi BKO Surabaya. Jaraknya sekitar 200 NM dengan estimasi waktu tempuh 24 jam.

Ketiga Kapal Polisi tersebut telah melaksanakan persiapan bekal ulang dan diberangkatkan untuk memperkuat pencarian serta evakuasi di lokasi.

Namun, operasi SAR tidak hanya mengandalkan tiga Kapal Polisi. KN Laksamana milik Basarnas, KNP 382 milik KSOP, KM Hai Da, KM Niki Mila Utama, TB TCP, TB Mauha IX, KM Cahaya Bahati Jaya, satu unit helikopter Polda Kalteng, serta satu unit helikopter Basarnas Surabaya turut dikerahkan.

Basarnas mengerahkan 20 personel yang dipimpin Capt. Jahrudin. Sementara KSOP mengerahkan 10 personel yang telah diberangkatkan menuju lokasi menggunakan KNP 382 sejak pukul 07.00 WITA.

Kekuatan SAR terus diperkuat. Tidak hanya tiga Kapal Polisi, tetapi juga terdapat kapal-kapal dari unsur lainnya, dukungan dua unit helikopter, personel Basarnas, KSOP, TNI AL, Polairud, serta tim pendukung lainnya.

“Seluruh kekuatan ini bergerak untuk memperluas area pencarian dan mempercepat proses evakuasi,” kata Trunoyudo.

Sinergi Lintas Instansi

Operasi SAR di wilayah Kalimantan Selatan melibatkan banyak pihak. Basarnas, TNI AL Lanal Banjarmasin, Polairud Polda Kalsel, KSOP Banjarmasin, SROP Navigasi, Pelindo, Kesehatan Pelabuhan, agen kapal, serta unsur terkait lainnya bersinergi.

BACA JUGA:  Kisah Susanah Pengupas Bawang Rp700 Ribu Hilang di Akun Komdigi

Polairud Polda Kalsel terus melakukan koordinasi dan dukungan operasional di lapangan bersama unsur SAR lainnya.

Posko Operasi SAR juga telah didirikan di Dermaga Trisakti Banjarmasin. Posko ini menjadi pusat koordinasi, pemantauan, dan pengumpulan informasi operasi.

Dukungan turut diberikan Polda Jawa Timur. Mengingat KM Virgo Transport 8 berangkat dari Surabaya, Ditpolairud Polda Jatim menyiapkan satu tim berjumlah sembilan personel. Tim ini mendukung operasi SAR serta koordinasi dengan Basarnas dan instansi terkait.

Polres Pelabuhan Tanjung Perak juga mendirikan Posko Pelayanan dan Pengaduan di Pelabuhan Penumpang Gapura Surya Nusantara Tanjung Perak.

Posko tersebut diperkuat 10 personel Polres Pelabuhan Tanjung Perak, dua personel Tim Kesehatan, enam personel Biddokkes dan DVI Polda Jatim, serta dua personel BPBD Jatim.

Posko itu melakukan koordinasi dengan Polres Pelabuhan Banjarmasin dan BPBD Banjarmasin, terkait perkembangan penanganan dan evakuasi korban.

Enam Posko DVI Didirikan

Selain operasi pencarian dan evakuasi, Polri menyiapkan dukungan Disaster Victim Identification (DVI). Tujuannya, memastikan proses identifikasi korban dilakukan secara profesional dan akurat.

Sebanyak enam posko DVI telah didirikan di wilayah Jawa Timur dan Kalimantan Selatan. Di Jawa Timur, posko DVI terdiri atas Posko DVI Antemortem Dokkes Polda Jatim di Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya, Posko DVI Antemortem Polda Jatim di Pelabuhan Sumenep, serta Posko DVI Postmortem Polda Jatim di RS Bhayangkara Surabaya.

BACA JUGA:  Ruteng NTT Diguncang Gempa 5,7 M, BMKG: Episenter di Laut

Sementara di Kalimantan Selatan, posko DVI terdiri atas Posko DVI Postmortem Polda Kalsel di RS Bhayangkara Banjarmasin, Posko DVI Postmortem di RSUD Ulin Banjarmasin, serta Posko DVI Antemortem Biddokkes Polda Kalsel di Pelabuhan Trisakti.

Trunoyudo menegaskan, pengerahan unsur DVI merupakan bagian dari kesiapan Polri dalam menangani seluruh tahapan penanganan korban.

Polri tidak hanya memperkuat pencarian dan evakuasi, tetapi juga menyiapkan seluruh dukungan yang diperlukan, termasuk DVI, kesehatan, posko pelayanan, dan jalur komunikasi bagi keluarga.

“Semua dilakukan untuk memastikan penanganan korban berjalan secara profesional, akurat, dan manusiawi,” tuturnya.

Hingga Seluruh Korban Ditemukan

Trunoyudo menambahkan, Polri akan terus mengikuti perkembangan operasi berdasarkan informasi dan hasil koordinasi dari lapangan.

Seluruh unsur yang terlibat akan mengoptimalkan kemampuan masing-masing, untuk mendukung operasi SAR.

“Kami memahami bahwa keluarga korban saat ini membutuhkan kepastian dan informasi. Karena itu, Polri bersama seluruh unsur SAR akan terus bekerja dan berkoordinasi. Kami mengimbau masyarakat dan keluarga penumpang untuk tetap tenang serta memperoleh informasi melalui kanal resmi,” pungkas Trunoyudo.

Upaya pencarian akan terus dilakukan secara maksimal hingga seluruh korban yang masih dalam pencarian dapat ditemukan dan dievakuasi.***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *