Dari Fincantieri ke Jakarta: Garibaldi Menanti Komando

040712-N-0119G-053 Atlantic Ocean (July 12, 2004) -- The Italian aircraft carrier ITS Giuseppe Garibaldi (C 551) and the Turkish frigate TCG Gediz (F 495) steam through the Atlantic Ocean while participating in Majestic Eagle 2004. Majestic Eagle is a multinational exercise being conducted off the coast of Morocco. The exercise demonstrates the combined force capabilities and quick response times of the participating naval, air, undersea and surface warfare groups. Countries involved in the NATO led exercise include the United Kingdom, Morocco, France, Italy, Portugal, Spain, and Turkey. Truman's participation in Majestic Eagle is part of her scheduled deployment supporting the Navy's new fleet response plan (FRP) Summer Pulse 2004, the simultaneous deployment of seven carrier strike groups (CSGs), demonstrating the ability of the Navy to provide credible combat across the globe, in five theaters with other U.S., allied, and coalition military forces. U.S. Navy photo by Photographer's Mate Airman Rob Gaston (RELEASED) For more information go to: http://www.cffc.navy.mil/summerpulse04.htm

KEPRI TIME – Kapal induk pertama Indonesia, ITS Giuseppe Garibaldi, diprediksi merapat ke Jakarta pada Jumat, 18 September 2026.

Saat ini, kapal buatan Fincantieri, Italia, itu masih membelah laut menuju Indonesia.

Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) Mabes TNI, Mayjen Muhammad Nas, memastikan jadwal kedatangan tersebut.

“Saat ini kapal dalam perjalanan, direncanakan tiba tanggal 18 September,” ujar Nas kepada Tempo, Rabu, 16 September 2026.

Kedatangan Garibaldi menandai babak baru bagi Angkatan Laut Indonesia. Kapal itu akan bergabung ke dalam jajaran armada, memperkuat daya jelajah maritim negeri ini.

BACA JUGA:  Proyek Tiga Kapal Pelni Rp4,5 Triliun, Iperindo: Tak Harus Dibuat di Luar Negeri

Namun, di balik kepastian jadwal kedatangan, seremonial peresmian justru masih menggantung.

Nas menyatakan bahwa pelaksanaan upacara resmi, termasuk operasional kapal, sepenuhnya menunggu keputusan pimpinan.

“Waktu peresmian menunggu keputusan pimpinan. Kita tunggu petunjuk operasional lebih lanjut,” katanya.

Kepastian itu juga mencakup, rencana pemanfaatan Garibaldi untuk mendukung penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Presiden Prabowo Subianto sebelumnya menyatakan bahwa kapal tersebut akan diperbarui setelah bergabung dengan Angkatan Laut. Garibaldi akan diubah menjadi kapal induk helikopter sekaligus mendukung pengoperasian drone.

BACA JUGA:  Bank Mandiri Blokir Rekening Donasi, Klaim Atas Perintah Aparat

Menurut Prabowo, kapal itu nantinya mampu menampung hingga 10 helikopter kelas menengah. Helikopter yang digunakan disebut sekelas dengan Black Hawk dan Mi-17.

Armada udara itu rata-rata mampu membawa 4-5 ton air. Kapasitas tersebut diharapkan mempercepat respons pemerintah terhadap titik-titik api karhutla.

“Jadi kalau kita punya 10 heli bisa segera merapat ke titik api yang terbanyak. Ini juga akan sangat membantu respons kita,” ujar Prabowo dalam rapat terbatas, Senin, 7 September 2026.

Dengan demikian, rencana penggunaan ITS Giuseppe Garibaldi tidak sekadar memperkuat fungsi pertahanan. Kapal itu juga diarahkan untuk mendukung penanganan bencana.

BACA JUGA:  Isi BBM di Sumatera Selatan Wajib Tunjuk STNK, Ini Kata Pertamina

Namun, hingga kini, operasionalisasi Garibaldi masih menunggu komando dan petunjuk lebih lanjut dari TNI AL.***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *