Pelni Pasang 80 Kamera per Kapal, Buru Keselamatan Real-Time

KEPRI TIME – PT Pelayaran Nasional Indonesia (Persero) atau Pelni, mempercepat modernisasi armada penumpang dan barang dengan menempuh jalur digital dan teknologi.

Pelni melakukan hal itu demi standar keselamatan dan keamanan pelayaran yang tertinggi, sekaligus memangkas inefisiensi operasional.

Direktur Utama Pelni Budi Setyawan Wijaya membeberkan rencana itu saat media visit ke Wisma Bisnis Indonesia, Rabu (23/9/2026).

Fokusnya jelas, teknologi dipakai untuk melindungi penumpang dan membuka tabir seluruh aktivitas pelayaran. Manajemen ingin memantau detail operasional secara instan.

Visibilitas menyeluruh atas pergerakan manusia, muatan, dan performa teknis kapal menjadi kunci mitigasi risiko di laut.

“Saya ingin tahu siapa saja orang yang berada di atas kapal, barang apa saja yang diangkut, serta bagaimana kondisi dan operasional kapal secara real-time. Tujuan akhirnya adalah keselamatan,” ujar Budi.

BACA JUGA:  Di Balik Video Maudy Ayunda, Ada Privilese yang Terlewat

Pelni Gunakan Sensor IoT

Budi tak berhenti di situ. Ia menyebut sensor berbasis Internet of Things (IoT), sebagai opsi mendesak yang segera dieksekusi.

Instrumen pintar ini dirancang mendeteksi potensi bahaya teknis sejak dini, sekaligus mengukur efisiensi armada.

“Pemasangan sensor panas seharusnya bisa direalisasikan. Begitu pula dengan pemantauan masalah karat hingga tingkat konsumsi bahan bakar yang semuanya bisa dipantau secara langsung dengan teknologi,” tuturnya.

Di sisi layanan penumpang, Pelni memperketat pengawasan lewat sistem pindaian kode QR pada tiket digital. Sistem ini mengatur alur masuk dan keluar penumpang dari armada.

Setiap kapal Pelni juga telah dipasangi sekitar 80 kamera pengawas. Kamera-kamera itu siap diintegrasikan dengan teknologi analitik data dan face recognition.

BACA JUGA:  Komisi III Tantang Bea Cukai: Tangkap Produsen Rokok Ilegal!

Peralatan yang kini makin terjangkau ini, dinilai siap dieksekusi demi memperkuat aspek keamanan secara mutakhir.

Infrastruktur konektivitas internet yang sudah terpasang di atas kapal pun, dimanfaatkan untuk berbagai kebutuhan vital.

Fasilitas koneksi ini melayani akses penumpang, memperlancar sistem komunikasi data kapal (siscomdac), hingga mempercepat koordinasi dengan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).

Ke depan, Pelni berencana menyederhanakan arsitektur digitalisasi agar seluruh sistem pemantauan terhubung sempurna.

Peningkatan dashboard pemantauan pergerakan kapal, jaringan kamera, dan sistem mitigasi risiko saat ini berjalan bertahap.

“Saat ini prosesnya memang masih berupa pemantauan visual, tetapi kami sedang melakukan uji coba (trial) untuk sistem analitiknya,” tambah Budi.

BACA JUGA:  Giuseppe Garibaldi Tinggalkan Kolombo, TNI AL Belum Tetapkan Nama

Melalui integrasi penuh antara dashboard pemantauan dan perangkat berbasis IoT, data yang dihasilkan sensor akan lebih akurat dan objektif.

Pelni optimistis transformasi digital ini mewujudkan ekosistem pelayaran nasional yang aman, modern, dan andal.***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *