KEPRI TIME – Polda Kepri gagal menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) di Batam. Deteksi dini yang seharusnya menjadi tameng pertama justru tak berjalan.
Akibatnya, bentrokan di Pulau Setokok, Barelang, Batam, Senin, 14 September 2026, tak terelakkan. Dua nyawa melayang. Sepuluh orang terluka.
Peristiwa ini menjadi pukulan telak bagi jajaran kepolisian. Sebab, bentrokan tersebut tidak hanya menelan korban jiwa, tetapi juga membongkar lemahnya sistem pengamanan di wilayah yang seharusnya diawasi ketat.
Deteksi dini gangguan keamanan yang dilakukan Polda Kepri pun dinilai gagal total, karena bentrok merenggut korban jiwa.
Kabid Humas Polda Kepri, Kombes Nona Pricillia Ohei, mengatakan berdasarkan data sementara, terdapat 10 korban dalam insiden tersebut.
Dari jumlah itu, dua orang meninggal dunia akibat terkena tembakan. Sementara 8 korban lainnya mengalami luka dan menjalani perawatan.
“Korban yang meninggal dunia sudah dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara,” ujar Nona saat memberikan keterangan terkait penanganan para korban.
Sementara itu, korban lainnya tersebar di sejumlah rumah sakit. Tiga korban dirawat di Rumah Sakit Budi Kemuliaan.
Tiga korban lainnya mendapatkan perawatan di RS Awal Bros Batuaji. Sedangkan satu korban menjalani perawatan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Embung Fatimah.***













