KEPRI TIME – Selama lebih dari satu dekade, Redmi menjelma menjadi rajanya ponsel murah meriah di India. Deretan Note yang paling moncer, kini menyambut anggota anyar yaitu Redmi Note 17.
Kabar baiknya? Layar lega dan baterai bandel. Kabar buruknya? Xiaomi masih pelit di sektor otak dan memori.
Ponsel ini jelas besar. 6,9 inci membuatnya terasa layaknya genggam tablet mini. Material plastik dan kaca justru terasa solid dan tidak ringkih di tangan.
Varian Starlight Purple yang sempat diuji coba tampil elegan dengan pola halus bak taburan bintang di punggung matte-nya. Pilihan warna lain, yaitu Dark Night dan Arctic Blue.
Bingkai dan panel belakang dari plastik, namun kehadiran Gorilla Glass 7i di muka membuatnya tetap terasa premium.
Tapi, ukuran bukan segalanya. Bobot 225 gram memang terbagi rata, tapi dimensi 169,7 x 79,14 x 8,4 mm adalah kutukan bagi kenyamanan saku.
Taruh di saku celana, separuh badan ponsel tetap menyembul berdesakan dengan kunci dan kartu.
Lalu, apa yang menggerakkan raksasa ini? Qualcomm Snapdragon 4 Gen 4. Ya, prosesor kelas entri dengan CPU octa-core 2,3 GHz dan GPU Adreno.
Hasil AnTuTu 628.413 terjun bebas ke dasar tangga benchmark. Angka ini sebenarnya wajar untuk chipsetnya.
Namun, ingat, Note 17 dibanderol di ujung atas segmen menengah. Di harga segini, pilihan chip ini terasa amat konservatif, apalagi jika dibandingkan dengan kompetitor segaris.
Xiaomi juga hanya menyediakan opsi 128GB. Tak ada varian 256GB. Padahal, ruang penyimpanan kini adalah kebutuhan primer, bukan sekadar pelengkap. Untungnya, masih ada slot microSD untuk lega.
Performa Redmi Note 17
Beralih ke performa harian, ponsel ini tidak pernah ngelag. Gaming kasual seperti BGMI dan Call of Duty Mobile? Lancar di grafik rendah ke sedang, bahkan tetap ngebut di 60 FPS.
Sayangnya, dari kotak, pengguna disambut banjir bloatware dan notifikasi yang mengganggu. Tapi, setelah dibersihkan dan mode satu tangan diaktifkan, pengalaman HyperOS 3 terasa jauh lebih bersahabat.
Urusan fotografi, Redmi Note 17 mengandalkan kamera utama 50MP, bukaan f/1.8, dan lensa 5P. Rekam video mentok di 1080p 30fps, dengan slow-mo 720p 120fps.
Di bawah sinar matahari, hasil jepretan cukup kontras dan tajam. Tapi begitu di-zoom, detail buyar. Langit cerah kerap overexposed. Untuk malam hari, hasilnya masih layak untuk unggahan media sosial.
Kamera depan 8MP f/2.0? Lumayan, masih mampu menangkap detail wajah dan warna kulit secara wajar.
Daya pikat utama, baterai. Dengan 6.950 mAh, Redmi Note 17 adalah raja ketahanan. Untuk aktivitas standar yaitu telepon, berselancar, medsos, baterai bisa bertahan lebih dari 1,5 hari.
Saat dipakai gaming, streaming, dan foto terus-menerus, daya tahan tetap tembus sehari penuh. Pengisian 45W yang disertakan adapter di kotak butuh sekitar dua jam untuk mengisi penuh dari 0 persen.
Dibanderol Rp30.999 (atau setara sekitar 30.999 rupee), Redmi Note 17 berada di puncak kelas menengah. Ponsel ini jelas bukan untuk pecinta genggam kompak.
Keunggulan mutlaknya, layar AMOLED yang memanjakan mata dan baterai yang tak mudah padam. Namun, kompromi di sektor chipset kelas entri dan penyimpanan 128GB terasa terlalu mahal untuk harga yang ditawarkan.
Jika layar lebar dan daya tahan adalah prioritas utama, Note 17 layak direkomendasikan.
Tapi, jika kamu haus akan performa mentah dan spek masa depan, ponsel ini adalah undangan untuk melirik yang lain.***













