KEPRI TIME – Spekulasi panjang dan pengajuan merek dagang yang berserakan akhirnya berbuah nyata. Yamaha memecah keheningan pasar motor sport Asia dengan meluncurkan YZF-R2 di India, Selasa (25/8).
Model anyar ini bukan sekadar penambah deret, melainkan jembatan strategis yang menyambat jurang antara R15 dan R3. Targetnya jelas, adalah para pemburu adrenalin yang mendambakan mesin kecil, tapi haus spesifikasi gahar.
Yang menarik, Yamaha tak sekadar membesarkan kopling R15. YZF R2 datang dengan paket utuh yaitu mesin baru, rangka baru, dan deretan fitur yang lazim menghuni motor berkapasitas lebih tinggi.
Dari sektor visual, ia masih kukuh membawa wajah khas keluarga R-Series full fairing menyeluruh, postur berkendara yang membungkuk agresif, dan lampu utama proyektor LED plus DRL yang tajam.
Sementara lampu Yamaha YZF R2 belakangnya, terang-terangan mencuri gaya dari kakak tertuanya, R1M.
Yamaha YZF R2 Bermesin 204 cc
Beralih ke jantung pacu, Yamaha menyematkan mesin satu silinder 204 cc, DOHC empat katup, berpendingin cairan, dan injeksi bahan bakar.
Angka tenaganya terbilang galak, yaitu 26,5 PS pada 10.000 rpm, torsi puncak 19,1 Nm di 8.000 rpm. Semua mengalir lewat transmisi enam percepatan yang sudah dibekali assist & slipper clutch.
Pada varian tertentu, pengendara juga dimanjakan quickshifter dua arah—naik-turun gigi tanpa sentuhan kopling.
Namun, yang paling menarik justru terletak pada rangka. Yamaha mengklaim rangka diamond pipa baja ini menghadirkan duel antara struktur ringan dan fleksibilitas memadai untuk gaya sporty.
Hasilnya? Bobot keseluruhan hanya 149 kg untuk varian R2, dan 150 kg untuk R2M. Tangki bensinnya sendiri menampung 12 liter—cukup untuk jelajah urban maupun tikungan tajam.
Suspensi pun tak main-main. Di depan, garpu upside-down (USD) 37 mm berdiri tangguh, sedangkan belakang mengandalkan monoshock dengan linkage.
Untuk urusan hentak, Yamaha memasang cakram 282 mm di depan dengan kaliper radial Nissin, serta cakram 220 mm di belakang dan didukung ABS dual-channel sebagai benteng keselamatan.
Ban tubeless ukuran 100/80-17 depan dan 140/70-17 belakang, jok setinggi 810 mm, dan jarak sumbu roda 1.340 mm melengkapi dimensinya.
Mesin kecil, tapi fitur elektroniknya melimpah. Yamaha menyuntikkan Yamaha Ride Control (YRC) dengan tiga mode berkendara Street, Sport, dan Rain.
Mode Sport menyulap respons gas menjadi lebih buas, sementara Rain menjaga traksi tetap terkendali di jalan basah. Kontrol traksi dan throttle elektronik ikut hadir sebagai standar keselamatan aktif.
Semua informasi mengalir ke layar TFT warna 5 inci, yang juga tersambung dengan ponsel pintar via Y-Connect dan Bluetooth.
Tambahan lain diantaranya footpeg yang bisa diatur posisinya dan lampu penuh LED, dengan segala kehebatan ini, Yamaha seolah berkata bahwa kompetisi di segmen 200 cc baru saja dimulai.***













