KEPRI TIME – Daihatsu kembali menggoyang pasar mobil domestik. Produsen Jepang itu meluncurkan generasi terbaru Mira e:S, andalan mereka di kelas kei car sekaligus mobil murah ramah lingkungan (LCGC) versi Negeri Sakura.
Mobil mungil ini datang dengan segudang keunggulan. Mesinnya irit, harganya tetap bersahabat. Tapi Daihatsu tak berhenti di situ.
Pabrikan asal Osaka itu menambal sejumlah titik lemah, dari efisiensi hingga fitur keselamatan, tanpa membuat kantong konsumen jebol.
Berdasarkan laporan Carscoops, Sabtu (29/8), Daihatsu melakukan penyegaran menyeluruh pada Mira e:S. Tujuannya untum menaikkan angka kilometer per liter.
Juga sekaligus memenuhi standar keselamatan terbaru yang makin ketat di Jepang. Namun, banderolnya tetap dijaga di jalur terjangkau.
Varian paling rendah, mobil LCGC Mira e:S L dengan penggerak roda depan (FWD), dipatok mulai 1.096.700 yen.
Bandrol Mobil LCGC Daihatsu Mira e:S Rp120 Jutaan
Jika dirupiahkan, angkanya berkisar Rp120 jutaan. Harga itu masih masuk akal untuk mobil sekelas kei car yang sarat pembaruan.
Di balik kap mesin, Daihatsu tetap mempertahankan mesin bensin tiga silinder 660 cc tanpa turbo. Tapi jangan salah sangka.
Meski pabrikan tak membeberkan angka resmi, mereka mengklaim unit penggerak ini mengusung pengembangan baru. Tenaga dan torsi disebut lebih besar ketimbang pendahulunya.
Sebagai perbandingan, model sebelumnya hanya sanggup menyemburkan 48 hp dan torsi 57 Nm.
Kini, lompatan performa itu disalurkan lewat transmisi CVT yang mulus. Konsumen juga punya opsi memilih FWD atau 4WD, tergantung medan tempuh.
Salah satu loncatan paling mengesankan terjadi pada konsumsi BBM. Mira e:S FWD anyar mampu mencatat 27 km/liter.
Efisiensi ini melonjak 8% dari edisi terdahulu. Artinya, pengguna bisa melaju lebih jauh dengan tangki yang sama.
Di sektor keselamatan, Daihatsu tak main-main. Paket Smart Assist teranyar kini dilengkapi pengereman otomatis yang lebih pintar.
Sistem ini tak cuma mendeteksi pejalan kaki. Kini ia bisa mengenali sepeda yang melintas. Bahkan, ketika mobil hendak berbelok di persimpangan, sensor mampu membaca kendaraan dari arah berlawanan.
Tak berhenti di sana, pejalan kaki yang mendekat dari sisi berlawanan saat belok pun ikut terdeteksi.
Kemampuan malam hari juga ditingkatkan. Deteksi pejalan kaki dalam gelap kini menjadi fitur standar.
Selain itu, batas kecepatan kerja pengereman otomatis naik dari 60 km/jam menjadi 80 km/jam. Artinya, perlindungan aktif bekerja lebih sigap di kecepatan tinggi.
Fitur pencegah salah injak pedal parkir, baik di depan maupun belakang, juga mendapat suntikan teknologi. Kedua sistem kini diperkuat kontrol pengereman aktif.
Langkah ini dirancang untuk menekan risiko kecelakaan pada kecepatan rendah, terutama saat bermanuver di area sempit.
Dari sisi tampilan luar, Daihatsu memilih pendekatan minimalis. Tak ada ubahan desain mencolok.
Pabrikan hanya menambahkan dua warna anyar: Ceramic Green Metallic dan Grace Brown Crystal Mica. Untuk urusan pencahayaan, lampu depan LED kini disematkan sebagai perlengkapan standar pada varian X dan X Limited.
Daihatsu juga membereskan strategi lini produk. Trim B, yang selama ini jadi varian paling sederhana, dihapus.
Varian G pun digantikan oleh X Limited. Kini, X Limited menduduki posisi puncak. Varian ini mendapat tambahan fitur premium yakni tombol start, keyless entry, jok depan berpemanas.
Selain itu juga ada engaturan ketinggian kursi pengemudi, setir tilt, AC otomatis, serta spion elektrik lipat.
Untuk varian tertinggi, Mira e:S X Limited dengan penggerak 4WD, konsumen harus merogoh kocek 1.507.000 yen.
Dalam rupiah, nilainya sekitar Rp167 jutaan. Sebuah harga yang masih kompetitif untuk mobil cerdas dan irit di kelasnya.***













