KEPRI TIME – Teka-teki kursi puncak Partai Ummat akhirnya rampung. Ridho Rahmadi mengonfirmasi mundur dari jabatan Ketua Umum. Bukan karena pecah kongsi, bukan pula karena tekanan. Ini soal estafet.
“Ini tour of duty biasa. Dalam organisasi modern, kalau pelari depan mulai ngos-ngosan, ya disambut pelari berikutnya. Agar tim tetap finis,” ujar Ridho.
Ia tak berminat bertahan di pusaran politik. Ridho memilih pulang ke pangkuan kampus. Ia akan berkonsentrasi penuh pada teknologi kecerdasan buatan, bidang yang menjadi keahlian utamanya sejak awal.
“Saya kembali ke Politeknik Artificial Intelligence BMD. Ke habitat asli,” pungkasnya.
Langkah Ridho selaras dengan keputusan Majelis Syura Partai Ummat. Sebelum pengunduran diri resmi diumumkan, majelis sudah menunjuk Ansufri Idrus Sambo, yang akrab disapa Ustaz Sambo sebagai Pelaksana Tugas Ketua Umum.
Sambo dipercaya mengemudikan roda organisasi selama masa transisi. Tak ada drama berlarut. Partai Ummat bergerak cepat.
Kepemimpinan berpindah, ritme tetap berjalan. Ridho ke laboratorium AI, Sambo ke panggung politik. Estafet terus melaju.***













