BMKG: Kepri Diselimuti Kabut Asap Sumatera

Oplus_131072

KEPRI TIME – Langit Batam mulai memburuk. Konsentrasi partikel kabut asap halus atau PM2.5 melonjak ke angka 69,9 mikrogram per meter kubik. Kategori udara pun resmi bergeser, dari sedang menjadi Tidak Sehat.

Peningkatan drastis ini terjadi berbarengan dengan serbuan kabut asap dari berbagai penjuru Sumatera. Angin membawa kabut tipis beracun itu masuk ke wilayah Kepulauan Riau. Udara yang tadinya masih bisa ditoleransi, kini mulai mengancam.

Data dari Stasiun Meteorologi Hang Nadim Batam mencatat puncak konsentrasi pada Kamis malam, 3 September 2026, pukul 22.00 WIB.

Pengukuran dilakukan otomatis lewat metode Beta Attenuation Monitoring, alat yang tak kenal kompromi dalam menangkap kadar debu halus di udara.

BACA JUGA:  Estafet Kepemimpinan Partai Ummat: Ridho Mundur

Kepala stasiun, Ramlan, membenarkan lonjakan ini. “Hasil pantauan menunjukkan 69,9 µg/m³. Secara parameter, itu masuk kategori Tidak Sehat,” ujarnya kepada Tempo, Jumat (4/9).

Ramlan menjelaskan, PM2.5 adalah partikel mungil yang diameternya tak lebih dari 2,5 mikrometer. Kecil, tapi mematikan.

Ukuran segitu memungkinkan debu ini lolos dari saringan alami hidung dan langsung menembus paru-paru. Bagi mereka yang punya riwayat sesak napas, ini bukan sekadar gangguan. Ini ancaman serius.

Kondisi itu, kata Ramlan, terjadi seiring dengan pantauan satelit Himawari-9 yang mendeteksi gumpalan asap menyelimuti Kepri. Bukti visual itu menguatkan fakta, bahwa Batam tak lagi steril dari kabut lintas provinsi.

BACA JUGA:  Ironi Batam: Hukum Tegak Saat Bareskrim Turun Tangan, Akademisi Desak Evaluasi Aparat Lokal

Kabut Asap Menyebar dari Sumatera, Kepri hingga Kalimantan

Citra sebaran asap yang dirilis BMKG pada Jumat siang memperlihatkan peta yang mencemaskan. Hampir seluruh Sumatera ikut diselimuti kabut, diantaranya Riau, Sumatera Barat, Sumatera Utara, Jambi, Kepri, Bangka Belitung, hingga Sumatera Selatan.

Kalimantan pun tak luput. Asap juga terpantau di Kalbar, Kalteng, Kalsel, Kaltim, hingga Kaltara.

BMKG mencatat pola pergerakan asap yang khas. Di Sumatera Barat, Sumatera Utara, Riau, Jambi, Bangka Belitung, dan Sumsel, kabut bergerak dominan ke barat laut.

BACA JUGA:  Yuwanky Resmi Buron, Bos Planet Batam Diburu Interpol

Sementara di Kalbar, Kalteng, dan Kalsel, asap melaju ke arah barat laut hingga utara.

Lain lagi di Kepri, Kaltim, dan Kaltara. Di wilayah ini, massa asap justru bergerak ke utara hingga timur laut langsung menghantam Batam dan sekitarnya.***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *