Batam  

Abrasi Laut Menagih Korban di Batam

KEPRI TIME – Novita Sari, 52, menghembuskan napas terakhir di bawah timbunan dinding rumahnya sendiri. Peristiwa nahas itu terjadi Selasa (8/9) siang, di RT 17/RW 05, Kelurahan Batu Merah, Kecamatan Batu Ampar.

Saat kejadian, Novita tengah asyik mencuci baju di belakang rumah. Seketika, tembok dapur yang terbuat dari pasir dan semen itu ambruk tanpa ampun.

Rumah panggung di atas pelantar pinggir laut itu pun berubah, menjadi kuburan darurat bagi penghuninya.

BACA JUGA:  Identitas Wanita Muda yang Melompat di Jembatan Barelang Terungkap

Ketua RT 17, Taufik Tohir, masih gamang mengingat suasana saat itu. “Kejadiannya persis waktu salat Zuhur. Tiba-tiba warga ramai berteriak,” ujarnya di rumah duka.

Warga sontak bergerak. Mereka berjibaku mengangkat puing-puing, berusaha menyelamatkan Novita dari reruntuhan. Evakuasi berjalan alot dan memakan waktu lama.

Namun, ketika akhirnya berhasil dikeluarkan, nyawa Novita tak tertolong. Ia dilarikan ke puskesmas, tapi petugas kesehatan hanya bisa memvonisnya telah tiada.

BACA JUGA:  Kapal 61 Meter Digarap di Batam, PSDKP Siap Jaga Laut Indonesia

Jenazah pun segera dibawa pulang ke rumah duka untuk dikebumikan.

Kapolsek Batu Ampar, Kompol Amru Abdullah, memastikan tragedi ini bukan sekadar musibah struktur bangunan.

Menurutnya, ada biang kerok yang lebih tua: abrasi laut. “Diduga rumah ambruk karena tergerus air laut,” tegasnya.

Sekali lagi, abrasi merenggut korban. Dan Batam, kembali berduka.***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *