Kepri  

Utusan PBB ke Polda Kepri: Batam Perlu Pengawalan Khusus

KEPRI TIME – Utusan PBB mendatangi Markas Polda Kepulauan Riau. Allan Mendoza, Security Advisor United Nations Department of Safety and Security (UNDSS), bertemu Kapolda Irjen Asep Safrudin di ruang kerjanya, Selasa 11 Agustus 2026 siang.

Rombongan UNDSS tak datang tanpa tujuan. Mereka ingin merapatkan koordinasi soal keamanan. Pasalnya, sejumlah organisasi internasional kini giat berkegiatan di Kepri. Tanpa pengawalan matang, risiko mengintai.

Mendoza menjelaskan mandat lembaganya. UNDSS bertugas melindungi personel PBB, mitra organisasi, serta aset internasional. Mereka juga melakukan penilaian ancaman dan risiko.

BACA JUGA:  Satgas TMMD Tebar 3.000 Bibit Ikan Kakap Putih di Bintan untuk Ketahanan Pangan

Setiap potensi bahaya dipetakan. Setiap langkah kegiatan dievaluasi. Semua demi memastikan misi kemanusiaan berjalan tanpa hambatan.

“Batam tumbuh cepat. Sangat cepat,” ujar Mendoza di hadapan Kapolda. “Kami ingin komunikasi dengan polisi terus terjalin. Tak putus. Tak renggang.”

Kapolda Asep menyambut baik niat itu. Baginya, Batam bukan kota biasa. Wilayah ini menjelma lokomotif ekonomi. Investasi asing dan domestik saling susul. Pabrik berdiri. Data center bertumbuh. Ekonomi digital melesat.

BACA JUGA:  Gudang Elektronik di Bintan Ludes Terbakar, Kerugian Capai Rp300 Juta

Namun, kemajuan tak berarti tanpa tantangan. Karena itu, Polda Kepri bertekad menjaga situasi tetap kondusif. Masyarakat tenang. Investor nyaman. Pengusaha aman.

“Kami terbuka. Sangat terbuka,” tegas Asep. “UNDSS menawarkan pelatihan peningkatan kapasitas personel. Itu peluang. Kami sambut.”

Ia menambahkan, kolaborasi tak berhenti di satu pertemuan. Ke depan, asesmen risiko bersama perlu digalakkan. Penguatan keamanan menjadi agenda berkelanjutan. Polda Kepri tak mau tinggal diam.

Pertemuan berlangsung aman. Cair. Penuh kesepahaman. Kedua pihak pulang dengan harapan baru: sinergi yang makin erat, kawasan yang makin stabil. Kepri, kata Asep, harus tetap berdiri kokoh di tengah gempuran zaman.***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *