KEPRI TIME – TNI AL bersama unsur gabungan memadamkan kebakaran lahan seluas sekitar 8 hektare di kawasan eks PT Bintan Bumi Persada, Dusun I, Desa Tanjung Irat, Kecamatan Singkep Barat, Kabupaten Lingga, Selasa (25/8).
Api diketahui warga pada Senin sore (24/8), setelah kobaran membesar dan merambat di lahan kering didominasi vegetasi.
Begitu laporan diterima, personel Lanal Dabo Singkep, Polsek Singkep Barat, Damkar, BPBD Lingga, dan masyarakat langsung menuju lokasi. Mereka tiba dan segera memadamkan api.
Pemadaman memakai mesin pompa dan selang yang dipasang pada tangki air milik PT Vamos yang sudah berada di lokasi. Tim juga membuat jalur pemutus api, lalu memantau dan mendinginkan sejumlah titik rawan terbakar.
Berkat respons cepat dan kerja sama semua unsur, api berhasil dipadamkan seluruhnya. Setelah memastikan kondisi aman, tim meninggalkan lokasi.
Hingga kini, penyebab kebakaran masih didalami. Kondisi lahan bergambut, ranting, dan vegetasi kering diduga mempercepat penyebaran api.
Lanal Dabo Singkep mengimbau warga meningkatkan kewaspadaan dan tidak membuka lahan dengan cara membakar, terutama saat cuaca panas dan lahan kering.
Penanganan ini menjadi bukti sinergitas TNI AL, Polri, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam menjaga lingkungan dan mencegah dampak luas kebakaran di Lingga.
TNI AL Ranai Padamkan Api di Desa Cemaga Tengah
Sementara itu, Lanal Ranai bersama tim gabungan juga bergerak cepat memadamkan kebakaran lahan gambut di Tanjung Semedang, Desa Cemaga Tengah, Kecamatan Bunguran Selatan, Kabupaten Natuna, Minggu (23/8).
Api muncul sekitar pukul 14.28 WIB setelah warga melapor. Kondisi lahan kering dan angin kencang membuat api cepat membesar.
Tim gabungan langsung memadamkan dan mendinginkan api. Lanal Ranai mengerahkan satu unit truk tangki air 5.000 liter dan satu mobil Patwal Denpom, didukung Damkar Pemda Natuna, Damkar Polres Natuna, dan tangki air PDAM Natuna.
Pemadaman melibatkan personel Lanal Ranai, Polri, Damkar, dan Babinsa Koramil Bunguran Selatan. Tim juga mendinginkan titik api dan mengamankan lalu lintas di sekitar lokasi.
Akibat kebakaran, sekitar 30 hektare lahan kosong dan gambut terbakar. Tidak ada korban jiwa maupun permukiman warga terdampak.
Berkat sinergitas tim, api padam sepenuhnya pada pukul 18.00 WIB dan situasi dinyatakan aman serta kondusif. Penyebab kebakaran masih diselidiki. Lanal Ranai bersama unsur terkait akan terus memantau untuk mengantisipasi munculnya titik api baru.
Kehadiran TNI AL melalui Lanal Ranai merupakan wujud nyata kepedulian membantu masyarakat, menjaga lingkungan, dan memperkuat sinergitas antarinstansi.***













