GMP 2026: UMKM Kepri Naik Kelas, Budaya Melayu Jadi Mesin Ekonomi

Sejalan dengan kinerja ekonomi yang kuat, stabilitas sistem keuangan Kepri tetap terjaga dan terus mendukung pembiayaan perekonomian daerah.

Pada Juli 2026, penyaluran kredit perbankan di Kepri mencapai Rp119,02 triliun atau tumbuh sebesar 36,16% (yoy). Disertai Dana Pihak Ketiga (DPK) sebesar Rp103,46 triliun atau 13,53% (yoy).

Fungsi intermediasi perbankan tetap kuat disertai dengan risiko kredit yang tetap terkendali sebagaimana ditunjukkan oleh rasio Non-Performing Loan (NPL) sebesar 1,01%.

Penyaluran kredit UMKM pada periode yang sama turut tumbuh sebesar 10,05% (yoy), di atas nasional yang tumbuh sebesar 1,60% (yoy) dengan rasio NPL terjaga sebesar 2,54%.

BACA JUGA:  JNE Dukung UMKM Melek AI di AIM ASEAN Roadshow Tanjungpinang

Inflasi Kepri pada Agustus 2026 tercatat deflasi 0,17% (mtm), atau secara kumulatif mencapai 1,46% (ytd).

Secara tahunan, inflasi Kepri tercatat sebesar 3,87% (yoy), menurun dibandingkan Juli 2026 yang sebesar 4,24% (yoy), namun masih berada di atas batas atas sasaran inflasi.

Perkembangan tersebut perlu terus dicermati, khususnya berkaitan dengan pergerakan harga pangan, transportasi, dan potensi rambatan kenaikan harga energi dan komoditas.

BACA JUGA:  Bangkok di Depan Mata: Transnusa Genjot Ekspansi Regional Lewat Rute Anyar

BI Kepri terus memperkuat sinergi dengan Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID), di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota melalui implementasi Gerakan Pengendalian Inflasi dan Pangan Sejahtera (GPIPS).

Secara keseluruhan tahun 2026, perekonomian Kepri diprakirakan tumbuh dalam kisaran 6,3–7,1% (yoy). Prospek tersebut tetap perlu memperhatikan sejumlah risiko.

Antara lain berlanjutnya ketidakpastian global, disrupsi rantai perdagangan, perkembangan kebijakan perdagangan negara mitra, serta volatilitas harga energi dan komoditas global.

Sementara itu, dengan dukungan konsistensi kebijakan dan penguatan sinergi pengendalian inflasi, inflasi Kepri pada tahun 2026 diprakirakan tetap berada dalam sasaran inflasi nasional sebesar 2,5±1% (yoy).***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *