KEPRI TIME – Meta Platforms, perusahaan yang menaungi Facebook dan Instagram sekaligus menggarap bisnis teknologi dan periklanan lainnya, mencatatkan kenaikan harga saham.
Padahal, kekhawatiran soal keandalan layanannya kembali mencuat. Downdetector mencatat lebih dari 17.000 laporan gangguan untuk Facebook dan lebih dari 5.000 untuk Instagram sekitar pukul 21.21 waktu New York.
Dua jam berselang, laporan itu menyusut drastis. Hingga berita ini diturunkan, Meta belum buka suara soal insiden tersebut.
Namun, pasar bergerak ke arah lain. Perhatian justru mengarah ke Muse, agen AI personal milik Meta. Perangkat itu mampu membuka aplikasi, mengisi formulir, hingga mengirim surel.
Sumber menyebut Muse baru saja menempati posisi puncak di App Store Amerika Serikat. Artinya, adopsi awal pengguna layak dicermati.
Para analis yang dikutip TipRanks melihat peluang besar di pasar agen AI konsumen yang tengah tumbuh. Mereka juga menilai kepercayaan terhadap imbal hasil investasi AI Meta kian menguat.
Konsensus Wall Street masih bertahan di level Strong Buy. Dari 38 rekomendasi, semuanya Buy, sementara enam lainnya Hold selama tiga bulan terakhir.
Target harga rata-rata US$759,43 atau setara potensi kenaikan sekitar 14 persen, dari harga saham yang dikutip.
Ujian berikutnya, apakah Muse mampu menjaga keterlibatan pengguna dan mengubah adopsi menjadi pendapatan atau imbal hasil yang terukur. Sebab, Meta terus menggelontorkan dana besar untuk AI.***













