KEPRI TIME – Badan Gizi Nasional (BGN) resmi meluncurkan portal pemantauan dalam jaringan bernama Radar MBG, pada Kamis (13/8/2026).
Langkah ini bertujuan mengerek transparansi pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) hingga ke akar-akar sekolah.
Masyarakat kini bisa mengintip langsung menu dan kandungan gizi yang diterima peserta didik. Cukup mengakses situs, orang tua murid, guru, hingga publik awam dapat menelusuri rincian hidangan harian dan alamat dapur pembuatnya.
Portal ini dirancang sebagai jendela keterbukaan, distribusi makanan bergizi di tiap wilayah.
Kepala BGN, Sudaryono, menegaskan bahwa portal tersebut membuka akses seluas-luasnya. “Dengan Radar MBG, Bapak dan Ibu orang tua yang memiliki anak bersekolah dan menerima menu MBG bisa mengecek sendiri menu apa yang disajikan dan kandungan gizinya,” ujarnya dalam keterangan resmi, Kamis (13/8/2026).
Cara menggunakannya pun sederhana. Publik tinggal memilih tingkatan wilayah administratif dari provinsi, kabupaten, kecamatan, hingga desa.
Setelah menentukan satuan pendidikan penerima manfaat di area itu, sistem langsung menampilkan visual menu harian berikut profil Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang mengolah makanan.
“Menu MBG dimasak di SPPG mana dan beralamat di mana, semua bisa diakses. Orang tua, guru, kepala sekolah, maupun masyarakat umum,” tegas Sudaryono.
Namun, BGN mengakui adanya ganjalan. Di sejumlah lokasi, foto menu tak kunjung muncul di portal. Penyebabnya, menurut BGN, karena kelengahan pengelola dapur dalam menaati standar operasional prosedur (SOP) pelaporan harian.
BGN Minta Peran Aktif Sekolah
Menghadapi celah ini, BGN justru mendorong peran aktif komunitas sekolah dan orang tua. Mereka diminta tak sungkan mendatangi langsung fasilitas pengolahan terkait.
“Kami harapkan orang tua dan komunitas sekolah bisa berkunjung atau menghubungi SPPG tempat menu dibuat. Dapatkan penjelasan, tuntut keterbukaan yang lebih baik,” ujar Sudaryono.
Peluncuran portal ini bukan sekadar seremoni. BGN menyebutnya sebagai wujud komitmen memperbaiki tata kelola publik dan pelayanan gizi nasional secara berkelanjutan.
Ke depan, evaluasi bakal terus digulirkan. BGN memastikan seluruh unit dapur SPPG di daerah tunduk pada standar transparansi laporan harian. Tak ada ruang bagi kelalaian.













