KEPRI TIME – Satlantas Polresta Barelang menggelar operasi malam, Jumat (14/8/2026) pukul 23.00 hingga 01.00 WIB. Sasarannya balap liar dan knalpot brong.
Langkah ini sekaligus menjawab resah warga, yang selama ini mengeluh deru knalpot tak layak dan aksi liar di jalanan.
Apel penyegaran dipimpin Kasat Lantas Kompol Afiditya Arief Wibowo. Selepas itu, KBO Satlantas Iptu Yudhi Patra memimpin langsung patroli hunting di sejumlah titik rawan di wilayah hukum Barelang.
Personel Satlantas Polresta Barelang menyebar, memburu setiap desing knalpot yang menyimpang dari spesifikasi teknis.
“Patroli tak sekadar mengintai. Petugas juga mengaktifkan tilang elektronik bergerak atau ETLE Mobile,” ujar Afiditya.
Dengan kamera di tangan dan buku catatan di saku, mereka merekam pelanggaran, menindak tegas, tapi juga memberi ruang edukasi. Pengendara yang terjaring tak langsung dihukum.
“Mereka diingatkan, diberi imbauan menganti knalpot brong dengan yang sesuai aturan. Lengkapi surat-surat. Patuhi rambu. Karena nyawa di jalan bukan untuk dipertaruhkan,” katanya
Hasilnya? Empat puluh unit sepeda motor dengan knalpot tak ber-SNI diamankan. Sebagian pengendara juga tersangkut pelanggaran lain. Namun, penindakan bukan tujuan akhir.
Satlantas menginginkan efek jera sekaligus kesadaran. Bahwa jalan raya adalah milik bersama, bukan arena balap dan bukan panggung bising.
Kehadiran seragam biru di tengah malam itu adalah respons cepat atas pengaduan masyarakat. Bukan sekadar razia. Ini bentuk kehadiran negara di ruas-ruas jalan yang mulai resah.
Dengan patroli rutin, penindakan terukur, dan pendekatan humanis, Satlantas Barelang berkomitmen menjaga lalu lintas tetap aman, tertib, dan kondusif.
Seluruh rangkaian operasi berlangsung aman dan terkendali. Tak ada insiden berarti. Namun pesannya tegas, tak ada tempat bagi knalpot brong dan balap liar di Batam. Biar malam tetap sunyi, biar jalan tetap aman.***













