KEPRI TIME – Mitsubishi secara resmi mengumumkan jadwal peluncuran generasi terbaru Pajero. Mobil SUV 4×4 legendaris itu akan diperkenalkan pada 2 September mendatang, dan dikabarkan bakal mendarat di pasar Australia sebelum akhir tahun.
Kepastian tanggal debut ini membawa Pajero selangkah lebih dekat menuju kebangkitannya. Di Australia, Pajero ukuran penuh terakhir kali menghiasi ruang pameran pada 2021.
Sementara Pajero Sport versi lebih kecil yang berpijak pada sasis Triton, justru ditarik dari penjualan lokal awal tahun lalu karena tak lagi memenuhi aturan desain Australia yang baru, dikutip autonews.com.
Kendati tetap memakai nama Pajero, model anyar ini secara efektif merupakan penerus Pajero Sport. Sebab, ia akan dibangun di atas sasis pikap Triton.
Pabrikan asal Jepang itu disebut-sebut akan memproduksi Pajero terbaru di Thailand, bukan lagi di Jepang seperti generasi-generasi sebelumnya.
Mesin yang ditanamkan pun kemungkinan sama dengan Triton, yaitu diesel 2.4 liter empat silinder twin-turbo.
Transmisi yang dipasangkan adalah otomatis enam atau delapan percepatan, dengan sistem penggerak 4×4 penuh waktu.
Seperti kebanyakan SUV berbasis pikap, misalnya Ford Everest dan Isuzu MU-X, dimana dimensi Pajero anyar diperkirakan tak jauh beda dengan Triton.
Namun, mobil ini bisa lebih pendek karena tak perlu ruang bak muatan, meski kabarnya tetap mengusung tiga baris kursi.
Desain New Pajero Mirip Toyota LandCruiser Prado
Dari gambar-gambar uji coba yang beredar, baik dari global maupun Australia, terlihat desain Pajero anyar nyaris serupa dengan Destinator SUV seukuran Toyota LandCruiser Prado yang dipasarkan untuk Asia Tenggara dan sebagian Afrika.
Mitsubishi memang tengah mengembangkan teknologi hibrida untuk Triton. Namun, belum jelas apakah Pajero anyar akan langsung menikmati suntikan teknologi itu sejak peluncuran perdananya.
Yang pasti, pabrikan berlogo tiga berlian itu telah berjanji menghadirkan kembali sejumlah fitur ikonik dari Pajero lawas, salah satunya multi-meter tiga jarum.
Ketiga jarum itu bisa dikustomisasi untuk menampilkan ketinggian, suhu luar, sudut kemiringan dan guling (di tengah), hingga distribusi torsi kiri-kanan. Fitur ini memberi pengemudi informasi lengkap saat melibas medan berat.
Yang masih jadi tanda tanya: akankah multi-meter itu kembali ditempatkan di atas dasbor, di antara pengemudi dan penumpang, atau berubah menjadi tampilan konfiguratif di dalam kluster instrumen.***













