Range Rover GT: SUV Premium yang Tak Melulu Konvensional

KEPRI TIME – Range Rover tak sekadar meluncurkan SUV berwajah anyar. Pabrikan Inggris itu mencoba membentuk karakter beda, lewat Range Rover GT.

Model terbaru ini memadu siluet sedan fastback dengan jiwa coupe-crossover beratap rendah. Namun dna tangguh khas Range Rover tetap melekat.

Kehadiran GT sekaligus memperlebar keluarga Range Rover. Bukan menggantikan Velar seperti desas-desus, melainkan menjadi model kelima yang berdiri di antara Evoque, Velar, Range Rover Sport, dan flagship Range Rover.

Konsep itu membuat GT tampil lebih atletis. Hidung dibuat lebar dan pipih. Lampu LED ultra-tipis mengapit gril khas Range Rover. Lubang udara vertikal di sisi bumper memperkuat kesan agresif tanpa kehilangan elegan.

BACA JUGA:  Samsung Galaxy Z Fold 8 vs Ultra, Mana Pemenangnya?

Siluet samping menjadi daya tarik utama. Garis atap melandai seperti sedan fastback. Pintu tanpa bingkai dan gagang pintu menyatu dengan bodi, memberi kesan modern sekaligus aerodinamis.

Belakang tampil minimalis. Lampu rem menyatu dalam panel hitam mengilap. Tulisan Range Rover menjadi identitas utama.

Desain ini menunjukkan upaya Land Rover menggeser persepsi, bahwa kendaraan premium tak harus selalu berwujud SUV konvensional.

Masuk kabin, konsep 2+2 menekankan kenyamanan penumpang. Ruang kaki belakang diklaim tetap lapang meski atap lebih rendah.

Menariknya, Land Rover meninggalkan ornamen kayu dan krom tradisional. Kain atau tekstil tenun ramah lingkungan menggantikannya, menciptakan nuansa mewah yang lebih modern.

BACA JUGA:  Samsung S26 FE: Upgrade Tipis di Harga Menengah

Teknologi Range Rover GT Pakai Platform EMA

Di balik kemewahan itu, tersimpan teknologi elektrifikasi. Range Rover GT menggunakan platform Electric Modular Architecture (EMA) dengan sistem kelistrikan 800 volt. Pengisian cepat DC hingga 350 kW jadi salah satu andalan.

Baterai berkapasitas 100–120 kWh dan sistem Dual-Motor All-Wheel Drive (AWD) melengkapinya. Jarak tempuh diklaim mencapai 579 kilometer sekali pengisian.

Saat debut, GT hadir sebagai kendaraan listrik murni (BEV). Namun opsi hybrid disebut berpotensi menyusul untuk menjawab kebutuhan pasar tertentu.

Kini Range Rover GT memasuki uji coba akhir di jalan raya. Produksinya berlangsung di pabrik JLR Halewood, Merseyside, Inggris.

BACA JUGA:  Terbang Tanpa BBM, Pesawat Listrik Heart Aerospace Tembus Awan New York

Jika hadir sesuai konsep, GT bukan sekadar Range Rover beratap rendah. Ia adalah interpretasi baru SUV premium di era elektrifikasi.***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *