Poco X8 Pro vs X8 Pro Max: Beda Chip, Sama Ganas untuk Game

Oplus_131072

KEPRI TIME – POCO X8 Pro Series mengandalkan kombinasi chipset, layar AMOLED 120Hz, sistem pendingin, memori cepat, dan baterai jumbo untuk membantai berbagai kebutuhan gaming mobile.

Hadir dalam dua varian X8 Pro dan X8 Pro Max seri ini membawa konfigurasi berbeda yang dirancang untuk penggunaan berat, termasuk game bergenre MOBA, FPS, battle royale, hingga RPG grafis berat.

X8 Pro mengusung chipset MediaTek Dimensity 8500-Ultra berbasis fabrikasi 4nm. Adapun X8 Pro Max mengandalkan Dimensity 9500s dengan proses 3nm generasi kedua.

Keduanya mengusung desain All Big Core. GPU-nya pun berbeda: Mali-G720 pada X8 Pro dan Immortalis-G925 pada X8 Pro Max.

“Kebutuhan mobile gamer kini makin beragam karena tiap genre memberi beban berbeda ke perangkat. Para gamer super perfeksionis dan ingin pengalaman gaming rata kanan selevel konsol,” ujar Satryo Rachmat, Product Marketing Manager Poco Indonesia, dalam peluncuran di Jakarta, Selasa (26/8).

“Masalahnya, tiap genre punya cara sendiri buat nyiksa hape. POCO X8 Pro Series ini senjata paling ekstrem yang bikin lo merasa bawa PC gaming di saku. Apapun genre game yang lo mainin, sikat aja!” tegasnya.

BACA JUGA:  iPhone 18 Pro dan iPhone Ultra: Ini Tanggal Rilis dan Pemesanannya

Layar Responsif untuk Moba

Pada game MOBA seperti Mobile Legends: Bang Bang dan Honor of Kings, respons layar menjadi penentu kemenangan. Kedua model sama-sama membawa layar AMOLED 1.5K dengan refresh rate 120Hz.

X8 Pro memiliki layar 6,59 inci resolusi 2.756 x 1.268 piksel. X8 Pro Max memakai panel 6,83 inci resolusi 2.772 x 1.280 piksel.

Keduanya mendukung touch sampling rate hingga 480Hz dan instant touch sampling rate hingga 2.560Hz saat Game Turbo Mode diaktifkan.

Poco juga membekali X8 Pro dengan fitur 24x Super Resolution Touch, yang meningkatkan resolusi input sentuhan dalam skenario tertentu. Hasilnya, respons geser dan bidikan terasa lebih presisi.

X8 Pro Max melengkapi kemampuan itu dengan WildBoost Optimization. Sistem ini memprediksi kebutuhan komputasi tiap siklus pembuatan frame dan melakukan intervensi mencegah penurunan frame rate saat beban puncak.

Dimensity dan GPU untuk Grafis Berat

Game FPS dan battle royale seperti PUBG Mobile serta Call of Duty: Mobile menuntut pemrosesan grafis konsisten. X8 Pro menjawabnya lewat Dimensity 8500-Ultra dengan CPU hingga 3,4GHz dan GPU Mali-G720.

BACA JUGA:  Di Balik Xpeng X9 Menteri Purbaya: MPV Mewah dan Hemat BBM

Perangkat ini juga dilengkapi RAM LPDDR5X dan penyimpanan UFS 4.1. Kombinasi itu mendukung perpindahan data dan akses penyimpanan berkecepatan tinggi untuk menjalankan aplikasi dan game berukuran besar.

Sementara itu, X8 Pro Max membawa Dimensity 9500s dengan konfigurasi 4+4 All Big Core. CPU-nya melesat hingga 3,73GHz dan GPU Immortalis-G925.

RAM LPDDR5X-nya berkecepatan hingga 9.600Mbps, dipadu penyimpanan UFS 4.1.

Poco menguji X8 Pro Max dalam sesi game RPG selama satu jam pada suhu ruang 25 derajat Celsius, resolusi render tertinggi, dan pengaturan FPS 60.

Hasil internal dengan rata-rata 60,17 FPS dengan 1% low frame rate 55,41 FPS dan suhu maksimum 41,8 derajat Celsius. Poco menegaskan hasil tersebut dari uji internal sehingga angka aktual dapat berbeda.

Baterai Jumbo dan Pendingin Andal

Kapasitas baterai menjadi faktor krusial bagi sesi gaming panjang. X8 Pro membawa baterai silikon-karbon 6.500mAh dengan dukungan 100W HyperCharge.

Poco mencatat X8 Pro mampu bermain game lebih dari sembilan jam berdasarkan uji internal. Pengisian 100W diklaim dapat mengisi baterai dari 1% hingga 100% dalam 48 menit menggunakan pengisi daya 100W dalam kotak, dengan mode Top Speed aktif dan layar mati. Hasil itu diuji pada suhu ruangan 25 derajat Celsius.

BACA JUGA:  Huawei Luncurkan Mate XT 2, Ponsel Lipat Tiga dengan Engsel Gaya U

Game grafis berat dalam durasi panjang meningkatkan beban prosesor dan GPU. Karena itu, kemampuan termal menjadi bagian penting dari rancangan seri ini.

X8 Pro menggunakan sistem pendingin 3D dual-layer IceLoop dengan area 5.300 mm². Menurut data Poco Internal Labs, sistem tersebut dapat menurunkan suhu SoC hingga 3 derajat Celsius dalam kondisi uji tertentu.

Sistem ini dirancang untuk mempertahankan performa, saat perangkat menjalankan game berat atau multitasking beban tinggi.***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *