KEPRI TIME – Panahan menjelma magnet tontonan di Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) VI Kepulauan Riau 2026. Pemanah terbaik dari berbagai kabupaten dan kota bakal adu akurasi, konsentrasi, dan ketenangan.
Tanjungpinang tampil sebagai tuan rumah. Namun, Batam berdiri di depan sebagai penantang serius.
Batam lama dikenal sebagai salah satu kekuatan olahraga di Kepri. Kendati begitu, panggung panahan tak hanya milik keduanya.
Pemanah dari kabupaten dan kota lain juga menyimpan peluang memberi kejutan, sekaligus membuktikan hasil pembinaan di daerah masing-masing.
Pertandingan panahan dijadwalkan bergulir pada 1–8 November 2026 di Kota Tanjungpinang. Arena ini bukan sekadar tempat berburu medali.
Porprov VI Kepri 2026 Jadi Pembuktian Atlet Panahan
Porprov VI Kepri juga menjadi panggung pembuktian kualitas atlet panahan daerah. Persaingan terbuka. Setiap bidikan menentukan hasil.
Karena itu, cabang ini layak masuk daftar tontonan wajib bagi masyarakat dan pengunjung Porprov.
Ketua Persatuan Panahan Indonesia (Perpani) Provinsi Kepri Abdul Razak menilai persaingan Tanjungpinang dan Batam bakal menjadi daya tarik utama perebutan medali.
Namun, ia menegaskan persaingan tak berhenti pada dua daerah itu. Atlet dari kabupaten lain pun berpeluang memberikan kejutan dan membuktikan kemampuan mereka di arena.
Pada Porprov kali ini, cabang panahan memperebutkan delapan medali emas. Dua di antaranya dipertandingkan dalam kategori ekshibisi.
Abdul Razak menjelaskan, nomor yang dipertandingkan masih terbatas pada sektor putra. Sektor putri belum masuk karena pembinaan organisasi dan kepengurusan panahan di daerah dinilai belum merata. Kondisi itu menjadi pekerjaan rumah bagi Perpani Kepri.
Organisasi dituntut memperluas pembinaan sekaligus mendorong kabupaten dan kota meningkatkan partisipasi atlet, termasuk dari sektor putri.
“Pada Porprov kali ini hanya tim putra yang dipertandingkan. Untuk tim putri belum, karena kepengurusan di Kepri belum merata,” jelas Abdul Razak.
Dari sisi peserta, kontingen panahan berasal dari Batam, Tanjungpinang, Karimun, Bintan, dan Natuna. Batam dan Natuna masing-masing menurunkan delapan atlet.
Tanjungpinang dan Karimun menyusul dengan enam atlet. Bintan mengirim dua atlet. Komposisi itu memperlihatkan persaingan yang cukup terbuka.
Batam membawa rombongan besar. Tanjungpinang, sebagai tuan rumah, punya motivasi tersendiri untuk meraih hasil terbaik di hadapan pendukungnya.
Bagi Abdul Razak, Porprov bukan sekadar perlombaan menentukan siapa paling banyak membawa pulang medali.
Kompetisi ini menjadi bagian penting dari proses evaluasi pembinaan atlet, di setiap kabupaten dan kota.
Atlet yang tampil menonjol diharapkan dipersiapkan lebih lanjut menghadapi kompetisi dengan tingkat persaingan lebih tinggi, terutama babak kualifikasi atau Pra-PON cabang panahan pada 2027.
Kejuaraan Indoor Jadi Kesempatan Atlet
Di tengah keterbatasan partisipasi daerah pada Porprov, Perpani Kepri menyiapkan agenda lanjutan agar kesempatan bertanding atlet tetap terbuka.
Satu minggu setelah Porprov, Perpani Kepri akan menggelar Kepri Indoor Archery Championship 2026 pada 14–15 November 2026 di One Batam Mall, Batam.
Kejuaraan itu diharapkan menjadi ruang bagi atlet untuk menguji kemampuan, menambah pengalaman bertanding, sekaligus meningkatkan kualitas teknik dan mental menghadapi kompetisi.
“Bagi yang tidak bisa mengikuti Porprov, kami dari Perpani Kepri telah menyediakan event satu minggu setelah Porprov. Event-nya yakni Kepri Indoor Archery Championship 2026,” ujar Abdul Razak.***













