Batam  

Gedung Bea Cukai Batam Terbakar, Akses Wartawan Dikunci

KEPRI TIME – Asap hitam membubung dari balik gedung Bea Cukai Batam, Kamis (3/9/2026). Di tengah hiruk-pikuk upaya pemadaman, wartawan justru terhadang.

Sejumlah petugas keamanan berjaga di sisi belakang gedung. Mereka membatasi gerak siapa pun yang mencoba mendekati titik api.

Para pewarta hanya bisa membidik kamera dari zona yang telah ditentukan, yang jauh dari kepulan asap yang seharusnya menjadi sajian utama liputan.

Pembatasan ini sontak menyulut perhatian awak media. Bagi wartawan, jarak dekat ke lokasi bencana bukan sekadar kebutuhan teknis, melainkan jantung jurnalisme.

Informasi awal yang mengalir menyebutkan, api lahir di rooftop gedung belakang. Damkar dikabarkan sudah mengendalikan bara. Kini, proses pendinginan masih berlangsung.

Bea Cukai Batam Bungkam

Kepala Bidang Bimbingan Kepatuhan dan Layanan Informasi Bea Cukai Batam, Setiawan, mengonfirmasi kejadian itu.

BACA JUGA:  Kompensasi Gagal Terbang di Bandara Hang Nadim Batam, Anton: Refund dan Reschedule

“Kebakaran bang, di rooftop gedung belakang. Sepertinya dari tenaga surya yang kepanasan bang. Saat ini sedang pendinginan oleh Damkar,” ujarnya singkat.

Namun, pengakuan itu belum menjadi kesimpulan resmi. Dugaan sementara terkait panel surya masih menggantung. Hasil pemeriksaan teknis dari otoritas berwenang lah yang akan menjadi vonis akhir.

Di lokasi, suasananya tegang. Petugas pengamanan memperketat barikade. Wartawan tak bisa melangkah lebih dekat. Mereka hanya bisa menangkap gambar dari balik garis pembatas.

Pantauan di lapangan menunjukkan sejumlah kendaraan pemadam bersiaga. Seorang sumber menyebut, ada armada dari Pemerintah Kota Batam dan satu unit lain dari jajaran Kodim.

BACA JUGA:  Tak Hanya Senin hingga Jumat, Imigrasi Batam Buka Paspor di Akhir Pekan

Jumlah pastinya masih simpang-siur; konfirmasi lebih lanjut pun belum terdengar.

Sementara itu, Humas Bea Cukai Batam, Mujiono, membantah adanya niat menghalangi kerja jurnalistik. Menurut dia, pengamanan dilakukan murni demi alasan keselamatan.

“Bukan gitu, Bang. Petugas keamanan diminta untuk melakukan pengamanan di sekitar lokasi. Akses masuk dibatasi. Kalau tidak, situasi nanti jadi tidak kondusif dan menambah risiko kejadian,” tegasnya.

Mujiono menekankan, prioritas utama saat ini adalah evakuasi dan pendinginan. Risiko susulan harus dihindari.

“Terkait liputan akan disiapkan rilis terkait kejadian. Pengamanan diutamakan,” tambahnya.

Peristiwa ini mempertemukan dua kepentingan yang sama-sama urgen, keselamatan di lokasi dan hak publik atas informasi. Pembatasan akses memang bisa dimaklumi di tengah proses pemadaman.

BACA JUGA:  Identitas Wanita Muda yang Melompat di Jembatan Barelang Terungkap

Namun, transparansi tetap harus dijaga. Publik tak boleh hanya puas dengan cerita dari balik pagar.

Hingga berita ini diturunkan, luas area terdampak dan besaran kerugian masih menjadi teka-teki.

Begitu pula penyebab pasti kebakaran, masih menunggu hasil penyelidikan lanjutan dari pihak berwenang.***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *