Info Intelijen KPK soal Suap Lobi Menkeu, Purbaya: Orang Saya Suruh Tanya

KEPRI TIME – Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa dengan tegas membantah kabar yang menyebut dirinya menerima suap, demi mengamankan seorang pejabat Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) dari mutasi.

Bantahan itu disampaikan Menkeu Purbaya di tengah publikasi informasi intelijen Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), ihwal mengatakan ada dugaan pengumpulan dana untuk melobi Menkeu sang bendahara negara.

Purbaya bahkan mengklaim telah mengirim utusan untuk menanyakan langsung hal tersebut ke KPK. Hasilnya, menurut dia, tidak ada bukti yang menguatkan tuduhan itu.

“Enggak ada itu. Saya sudah tanya KPK, orang saya suruh tanya KPK enggak ada,” ujar Purbaya di Jakarta, Sabtu (5/9/2026).

BACA JUGA:  DBD Mengamuk di Pekanbaru, 534 Terjangkit, Satu Tewas

Dia menegaskan, pejabat yang disebut-sebut hendak dipertahankan melalui jalur lobi justru tetap dimutasi. Bahkan, kata Purbaya, nasib pejabat tersebut tak berhenti di situ setelah dipindahkan, yang bersangkutan kembali ditangkap dalam kasus lain.

“Kalau saya juga enggak disuap, karena orangnya yang dipecat juga kan dipindahin nanti ditangkap lagi. Saya pindahin ke daerah kan? Katanya supaya enggak pindah kan itu, orangnya pindah,” terangnya dengan nada sinis.

Intelijen KPK Terima Informasi Upaya Suap Pejabat Bea Cukai

Pernyataan itu menjadi respons langsung atas pengakuan KPK, yang mengaku menerima informasi intelijen tentang adanya upaya suap yang melibatkan oknum pejabat bea cukai.

BACA JUGA:  Dari Banten hingga Aceh, Polri Bangun 895 Jembatan dan Raih Manfaat untuk 2 Juta Jiwa

Informasi tersebut mencuat dari pengembangan kasus dugaan gratifikasi, yang tengah diusut lembaga antirasuah.

Menurut sumber internal KPK, uang diduga dikumpulkan untuk memengaruhi Purbaya agar membatalkan rencana mutasi pejabat tersebut.

Namun, hingga kini penyidik belum menemukan aliran dana yang mengarah ke Menteri Keuangan.

Pelaksana Tugas Direktur Penyidikan KPK, Achmad Taufik Husein, membenarkan adanya secuil informasi yang disampaikan kepada penyidik. Tapi ia menegaskan, itu bukan fokus utama perkara yang sedang digarap.

“Memang ada sedikit informasi yang disampaikan ke penyidik, tetapi itu bukan menjadi hal yang difokuskan karena awal-awal cerita tertangkap tangan itu kan pemberian yang dari PT Blueray Ray begitu ya,” kata Achmad kepada wartawan.

BACA JUGA:  Simalungun Diguncang Gempa 6,4 SR, BMKG: Tak Berpotensi Tsunami

KPK masih menelusuri jejak informasi itu, meski belum dijadikan prioritas. Sementara Purbaya bersikukuh, langkah mutasi yang diambilnya justru membuktikan tak ada intervensi dari uang sogok.

“Orangnya pindah,” ulasnya, seolah menutup perdebatan.***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *