Krakatau Erupsi! 8 Bandara Ditutup, Pemerintah Buka 5 Alternatif Penerbangan

KEPRI TIME – Abu vulkanik Gunung Anak Krakatau menganggu 8 titik penerbangan, yang terpaksa ditutup. Menteri Perhubungan langsung mengaktifkan lima bandara alternatif, untuk siaga penuh 24 jam.

Delapan bandara yang terdampak erupsi GAK bukan bandara sembarangan. Mulai dari Soekarno-Hatta di Tangerang, Halim Perdanakusuma di Jakarta, hingga Radin Inten II di Lampung.

Juga Husein Sastranegara Bandung, Budiarto Curug, Pondok Cabe Tangsel, Taufik Kiemas di Pesisir Barat Lampung, dan Atung Bungsu di Pagar Alam, Sumatera Selatan. Penutupan resmi berlangsung hingga Minggu pukul 23.59 WIB.

“Telah kami siapkan bandara alternatif. Kertajati, Semarang, Juanda, YIA Jogja, dan Solo. Semua kami buka untuk operasi 24 jam,” ujar Dudy Purwagandhi, Menteri Perhubungan.

BACA JUGA:  Rapat Agraria DPR RI Molor, Kabareskrim Mangkir

Lima Bandara, Satu Tujuan: Kelancaran Tetap Jalan

Kelima bandara pengganti itu, yaitu Kertajati di Majalengka, Ahmad Yani Semarang, Juanda Surabaya, YIA Yogyakarta, dan Adi Soemarmo Solo dibuka lebar bagi maskapai yang ingin mendarat atau lepas landas.

Syaratnya, operasional di delapan bandara terdampak belum aman, dan keselamatan penerbangan tetap harga mati.

Pemerintah tak memaksa. Setiap maskapai diberi keleluasaan menentukan sendiri pilihan bandara alternatif, berdasarkan kebutuhan jadwal, kesiapan armada, dan pelayanan penumpang.

“Kembali ke masyarakat,” tegas Dudy. “Mau pindah ke bandara alternatif, atau batalkan perjalanan.”

BACA JUGA:  Menteri Imipas Agus Andrianto: Tutup Celah Penyimpangan Layanan Publik!

Jalan Darat Gratis, Penumpang Tak Perlu Bingung

Tak hanya membuka jalur udara, pemerintah juga menggelar transportasi darat gratis. Kementerian Perhubungan bersama InJourney Airports menyiapkan kereta api dan bus untuk mengangkut penumpang dari Bandara Soekarno-Hatta menuju bandara pengganti, yaitu Kertajati, Juanda, Solo, Semarang, hingga Yogyakarta. Tanpa pungutan biaya sepeser pun.

Menhub menegaskan, fasilitas ini sebagai bentuk pelayanan di tengah krisis abu vulkanik.

Koordinasi antara InJourney, maskapai, dan pengelola bandara terus digalakkan agar penumpang mendapat kepastian lokasi keberangkatan baru dan moda transportasi pendukung.

Informasi pemindahan penerbangan dan jadwal baru akan disampaikan langsung maskapai ke masing-masing penumpang. Keputusan akhir tetap di tangan maskapai.

BACA JUGA:  Banjir Bandang Nepal: 384 Hilang, Kemlu RI Pantau Ketat WNI

Pemerintah berharap langkah ini menjaga mobilitas masyarakat, yang punya urusan mendesak ke atau dari Jakarta tanpa mengorbankan keselamatan.

Koordinasi intensif terus berjalan. Tujuannya, gangguan transportasi udara ditekan, layanan penerbangan melalui bandara alternatif tetap lancar. ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *