Krakatau Meletus, Lampung Berasap: 3 Penerbangan Dibatalkan

KEPRI TIME – Letusan Anak Gunung Krakatau kembali mengacaukan lalu lintas udara di Selat Sunda. Abu vulkanik yang disemburkan gunung api aktif itu memaksa Bandara Internasional Radin Inten II, Lampung, meredam aktivitas penerbangannya.

Tiga penerbangan dibatalkan, sejumlah jadwal lain tertahan, menunggu langit bersih dari debu.

General Manager Bandara Radin Inten II, Kiki Eprina Arieanti, mengonfirmasi bahwa sebaran abu vulkanik (volcanic ash) telah mencemari ruang udara yang menjadi jalur navigasi pesawat menuju dan dari Bandara Radin Inten II.

“Sabtu, 5 September 2026, tercatat tiga penerbangan yang batal. Ini langkah antisipasi demi keselamatan penumpang dan kru,” ujar Kiki, Sabtu (5/9).

BACA JUGA:  Ungkap Narkoba di Planet Batam, Eko Hadi Santoso Naik Jadi Jenderal Bintang Dua

Tiga penerbangan yang dibatalkan pada Sabtu (5/9) adalah:

· TransNusa 5205 (Cengkareng – Lampung)
· TransNusa 5206 (Lampung – Cengkareng)
· Lion Air 242 (Cengkareng – Lampung)

Namun, awan hitam belum surut. Pada hari Minggu (6/9), operasional bandara kembali tersendat.

Sejumlah jadwal dari dan menuju Lampung terpaksa ditunda, karena kondisi cuaca dan sebaran abu yang masih belum stabil.

Penerbangan yang ditunda pada Minggu (6/9):

BACA JUGA:  Cegah Celah Maling, Rutan Cipinang Perketat Tiga Tahap Pemeriksaan

· Garuda Indonesia 073 (Lampung – Cengkareng)
· Citilink 904 (Cengkareng – Lampung)
· Citilink 905 (Lampung – Cengkareng)

Guna mengatasi dampak beruntun ini, manajemen bandara bergerak cepat. Tim operasional telah berkoordinasi dengan jajaran maskapai, dan instansi terkait untuk memastikan penanganan optimal bagi calon penumpang.

“Kami mengimbau masyarakat agar terus memantau jadwal penerbangan dan berkoordinasi langsung dengan maskapai masing-masing,” tambah Kiki.

Manajemen Injourney Airports selaku pengelola bandara menegaskan komitmennya untuk terus bersinergi dengan seluruh pemangku kepentingan.

Layanan sepenuh hati diberikan kepada pengguna jasa bandara di tengah situasi darurat. Dan, satu harapan besar menggantung bencana erupsi ini segera berlalu, langit Lampung kembali aman, dan roda penerbangan pulih seperti sedia kala.***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *