KEPRI TIME – Empat anak buah kapal (ABK) asal Kepulauan Anambas akhirnya ditemukan. Mereka hilang kontak di tengah laut setelah kapalnya mengalami kerusakan mesin.
Keempat WNI itu diketahui berlayar dari Tarempa, Anambas, menuju Batam. Mereka membawa muatan satu ton lebih ikan. Namun, perjalanan mereka terhenti di perairan Berakit, Kepulauan Riau.
Kapal mereka mati mesin. Mereka lalu berlabuh jangkar. Ombak besar terus menghempas. Kapal pun tak mampu bertahan. Sebagian badan kapal bahkan mulai tenggelam.
Nelayan Malaysia dari kapal PAF 5061 akhirnya menemukan mereka pada 6 Agustus 2026. Saat itu, pukul menunjukkan 01.00 waktu setempat.
Keempat ABK itu sudah lima hari terombang-ambing. Mereka dalam keadaan lemah, namun selamat.
Kapal nelayan itu langsung mengevakuasi mereka. Mereka dibawa ke Dermaga Lembaga Kemajuan Ikan Malaysia (LKIM) Kuantan. Mereka tiba pada Sabtu, 8 Agustus 2026, sekitar pukul 05.30.
Setibanya di sana, otoritas Malaysia langsung menangani mereka. Mereka dibawa ke Pahang State Maritime Headquarters. Proses administrasi awal pun segera berjalan.
Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Johor Bahru segera bergerak. Pihak konjen langsung melakukan panggilan video dengan keempat WNI. Mereka memastikan kondisi para ABK. Mereka juga menggali informasi awal dari para korban.
KJRI Johor Bahru kemudian mengonfirmasi identitas mereka. Keempat ABK itu adalah SB (54), AZ (41), AW (65), dan HY (40). Seluruhnya tercatat sebagai warga Kepulauan Anambas.
Konjen Johor Bahru, Sigit S Widianto, mengatakan pihaknya akan segera menjemput mereka. “Kami akan bawa mereka ke Tempat Penampungan Sementara (TPS) KJRI Johor Bahru,” ujarnya.
KJRI juga berjanji memfasilitasi penerbitan Surat Perjalanan Laksana Paspor (SPLP) jika diperlukan. Mereka pun berkoordinasi dengan berbagai instansi di Indonesia dan Malaysia. Koordinasi itu untuk mempercepat proses pemulangan.
KJRI Johor Bahru tak lupa mengucapkan terima kasih. Mereka mengapresiasi Maritime Rescue Sub-Centre (MRSC) Kuantan. Apresiasi juga diberikan kepada Agensi Penguatkuasaan Maritim Malaysia (APMM). Tentu saja, mereka juga berterima kasih kepada awak kapal nelayan PAF 5061.
Saat ini, KJRI Johor Bahru terus memantau kondisi keempat ABK. Proses pendampingan berjalan intensif.
Mereka memastikan seluruh tahapan administrasi berlangsung lancar. Pemulangan ke Tanah Air pun dipastikan aman.***













