Imigrasi Batam Sambangi SMA Negeri 3, Paspor Bukan Sekadar Buku Kecil

KEPRI TIME – Imigrasi Kelas I Khusus TPI Batam menggelar Immigration Goes to School di SMA Negeri 3 Batam, Selasa (11/8). Mereka tak sekadar datang.

Imigrasi Batam membawa misi menanamkan sadar keimigrasian sejak dini. Sasaran utamanya, generasi muda.

Kegiatan ini bukan seremonial belaka. Imigrasi Batam sengaja merancangnya sebagai wahana penyebaran informasi publik sekaligus edukasi massif.

Tujuannya, akses layanan kian mudah. Pemahaman publik terhadap keimigrasian pun ikut menguat.

Di hadapan para pelajar, petugas memperkenalkan Politeknik Imigrasi dan Pemasyarakatan Indonesia atau Poltekim. Bukan sekadar nama.

Poltekim ditawarkan sebagai salah satu jalur pendidikan sekaligus pintu karier cemerlang di bidang keimigrasian. Tak berhenti di situ, materi pun merambah hal teknis paspor.

BACA JUGA:  Prabowo Genjot Pendidikan 3T, Kepri Kebagian Jatah Rp97 Miliar

Mulai dari fungsi, persiapan pembuatan, hingga alur pelayanan di kantor imigrasi. Semua diulas gamblang.

Kepala Kantor Imigrasi Batam menegaskan, edukasi semacam ini urgen. Terlebih, posisi geografis Batam berhadapan langsung dengan sejumlah negara tetangga.

Mobilitas lintas negara bukan cerita asing. Ia mengingatkan, “Paspor bukan sekadar buku kecil. Paspor adalah identitas kita sebagai warga negara di mata dunia.

Karena itu, generasi muda wajib paham cara memperoleh dan menggunakan paspor secara bertanggung jawab.”

BACA JUGA:  Pesan Haru Kapolsek Siantan: Pangkat Takkan Pernah Menggantikan Ibu

Imigrasi Batam tak hanya mengajar. Mereka juga mengajak. Mengajak para siswa memandang ilmu keimigrasian sebagai opsi masa depan.

Baik untuk studi lanjut, maupun untuk membangun karier. Lebih dari itu, mereka menanamkan nilai-nilai dasar: taat aturan, bertanggung jawab, berintegritas, dan berwawasan luas.

Nilai-nilai ini, menurut Imigrasi Batam, menjadi bekal penting dalam menentukan langkah pendidikan dan profesi ke depan.

Imigrasi Batam berharap, kegiatan ini mencetak generasi muda yang paham prosedur paspor dan sadar hukum keimigrasian. Tak hanya itu.

Dengan menyasar lingkungan sekolah, mereka berkomitmen mendekatkan informasi dan layanan imigrasi ke akar rumput. Ini sejalan dengan semangat besar “Imigrasi untuk Rakyat” yang digaungkan Direktur Jenderal Imigrasi, Hendarsam Marantoko.***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *