KEPRI TIME – Di tengah rutinitas apel pagi yang sarat dengan instruksi teknis dan target operasional, Kapolsek Siantan, Anambas, Iptu Dodi Setiawan, menyampaikan satu arahan yang berbeda.
Bukan tentang taktik pengamanan, bukan tentang angka statistik kriminalitas, melainkan tentang figur yang paling fundamental dalam kehidupan kita, yaitu Ibu.
“Kita boleh bangga dengan pangkat, jabatan, prestasi, dan segala capaian yang kita raih,” kata Dodi.
Namun, di balik setiap langkah sukses itu, ada sosok yang tak pernah lelah berkorban, mendoakan, dan mencintai kita tanpa syarat, yaitu orang tua kita.
Jangan sampai kesibukan menjalankan tugas membuat kita lupa pada mereka, yang justru menjadi alasan kita bertahan.
Ada satu kalimat yang sering kita dengar “Doa seorang ibu menembus langit.” Bukan sekadar untaian kata-kata indah. Itulah pengingat bahwa kasih dan doa seorang ibu memiliki kedudukan yang tak tergantikan di sisi-Nya.
Seorang ibu mungkin tidak selalu bisa memberi anaknya harta melimpah. Namun, hampir setiap detik ia mampu memberi doa.
“Ketika anaknya pergi bertugas, ia berdoa untuk keselamatan. Ketika anaknya menghadapi kesulitan, ia berdoa agar diberi kekuatan. Bahkan ketika anaknya telah dewasa dan berkeluarga, ibu tak pernah berhenti menyebut namanya dalam doa,” teguhnya.
Maka, jangan sampai kita begitu sibuk menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, tetapi lupa menjaga hati orang tua kita sendiri.
Sebagai anggota Polri, kita dituntut melayani masyarakat dengan hati. Tetapi sebelum belajar melayani banyak orang, mari belajar berbakti pada orang tua.
“Bakti tidak selalu diukur dari pemberian mahal. Cukup dengan telepon ibu, tanyakan kabarnya, datangilah orang tua saat ada kesempatan, dengarkan ceritanya, meskipun kadang berulang,” ujarnya.
Lanjut Dodi, bantu kebutuhannya, sekecil apa pun. Jaga lisan dan perbuatan, jangan menyakiti hatinya. “Dan yang terpenting, doakan mereka setiap saat,” ungkap Dodi.
Kita tak pernah tahu sampai kapan Tuhan memberi kita kesempatan berbincang dengan ibu dan ayah. Jangan sampai suatu hari kita memiliki segalanya, jabatan, harta, kendaraan, dan kehormatan.
“tetapi kita sudah kehilangan kesempatan untuk mengucapkan, “Bu, terima kasih.”
Dodi menghimbau kepada personil Polsek Siantan yang orang tuanya masih lengkap, manfaatkan waktu itu. Bahagiakan mereka selagi masih ada kesempatan.
“Dan bagi yang ibu atau ayahnya telah tiada, jangan pernah berhenti mendoakan mereka. Sebab doa anak adalah salah satu bentuk bakti yang tak terputus oleh waktu,” katanya.
Tetap Rendah Hati, Jangan Sombong
Di tengah tanggung jawab besar yang diemban, tetaplah rendah hati. Pangkat dan jabatan jangan menjadikan kita sombong.
Ingatlah bahwa di balik posisi kita sekarang, ada banyak orang yang telah membantu dan mendoakan.
Jadikanlah doa ibu sebagai kekuatan, nasihatnya sebagai pedoman, dan restunya sebagai bekal dalam setiap tugas yang kita emban.
Ia berharap seluruh personel Polsek Siantan tidak hanya menjadi polisi yang profesional dan tangguh, tetapi juga anak yang berbakti dan membanggakan orang tua.
“Karena pada akhirnya, keberhasilan sejati bukan diukur dari tingginya jabatan, melainkan dari seberapa besar kebahagiaan yang kita berikan kepada mereka yang telah membesarkan kita,” tegas Dodi.
Jagalah hubungan dengan orang tua, terutama ibu. Jangan tunggu kehilangan untuk memahami betapa berharganya kehadiran mereka.
“Semoga setiap langkah tugas kita senantiasa dilindungi Tuhan Yang Maha Esa, dan semoga doa orang tua menjadi energi suci yang mengiringi pengabdian kita kepada masyarakat, bangsa, dan negara,” ucapnya.***











