KEPRI TIME – Angka pengangguran Kepri memanjat ke posisi keempat nasional. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) provinsi itu mencapai 6,45 persen pada Mei 2026.
Rata-rata nasional hanya 4,65 persen. Artinya, Kepri melesat 1,8 poin di atas garis merah ketenagakerjaan Indonesia.
Data BPS yang dirilis dalam laporan ketenagakerjaan periode Mei 2026 menempatkan Kepri di bawah Papua (7,08 persen), Jawa Barat (6,61 persen), dan Banten (6,48 persen).
Di puncak, Papua memimpin dengan TPT 7,08 persen. Sebaliknya, Bali menjadi oase dengan pengangguran terendah, cuma 1,52 persen.
Angka itu hampir seperlima dari Papua atau dengan kata lain, tingkat pengangguran di Papua nyaris lima kali lipat lebih tinggi dibandingkan Bali.
Sepuluh provinsi dengan TPT tertinggi merentang dari barat hingga timur:
Papua 7,08%, Jawa Barat 6,61%, Banten 6,48%, Kepulauan Riau 6,45%, Papua Barat Daya 6,38%, Aceh 5,89%, Sulawesi Utara 5,85%, DKI Jakarta 5,79%, Maluku 5,75%, dan Sumatera Barat 5,53%.
Data ini membantah asumsi lama bahwa pengangguran hanya menghantam kawasan timur Indonesia. Justru provinsi-provinsi industri dan pusat perdagangan Jawa Barat, Banten, DKI Jakarta, dan Kepulauan Riau—turut mendominasi papan atas.
Ironisnya, keempat daerah itu selama ini menjadi magnet bagi para pencari kerja dari seluruh penjuru negeri. Namun urbanisasi yang deras tak sebanding dengan daya serap pasar kerja.
Lapangan tumbuh, tapi tak cukup cepat menelan lautan angkatan kerja yang membanjir.
Secara nasional, TPT Indonesia Mei 2026 tercatat 4,65 persen stabil, tapi belum menyentuh zona aman.
Pemerintah pusat dan daerah pun masih dibayangi PR besar menekan angka pengangguran di provinsi-provinsi, yang melampaui rata-rata nasional.
Kepulauan Riau menjadi salah satu titik paling kritis. Angka 6,45 persen bukan sekadar statistik. Ini adalah alarm.***













