KEPRI TIME – Guncangan kembali menerjang Flores. Kamis sore, 20 Agustus 2026, pukul 16.30 WIB, bumi di Nusa Tenggara Timur bergoyang lagi.
Kali ini kekuatan magnitudo 5,2 dengan kedalaman cuma 10 kilometer, gempa dangkal di Flores yang pusatnya berada di darat sekitar 29 kilometer timur laut Ruteng, Manggarai.
BMKG memastikan tidak ada ancaman tsunami. Analisis menunjukkan aktivitas ini tak lebih dari rangkaian susulan dari gempa dahsyat M7,7 yang merobek Flores pada 15 Agustus lalu.
Sumber gempa berasal dari sesar Flores Back-Arc Thrust, dengan pola pergerakan geser turun.
Dampaknya terasa jelas. Di Lamba Leda, Manggarai Timur, guncangan mencapai skala V MMI, hampir semua penduduk terbangun akibat getaran dirasakan oleh nyaris seluruh warga.
Di Sambi Rampas, Reok, dan Kota Ruteng, intensitas IV MMI membuat orang banyak di dalam rumah merasakan getaran. Sementara di Borong, Bajawa, dan Mbay, skala III seperti truk besar melintas di dekat rumah.
Bahkan hingga Labuan Bajo, guncangan II MMI masih terasa, cukup untuk membuat benda-benda ringan bergoyang.
Ini bukan kejadian tunggal. Hingga Kamis siang, BMKG mencatat lebih dari 3.700 aktivitas susulan. Yang terbesar di antaranya mencapai magnitudo 6,2.
Gempa utama M7,7 yang terjadi lima hari lalu telah merusak ribuan rumah dan memaksa puluhan ribu warga mengungsi.
“Gempa ini bagian dari proses menuju keseimbangan,” ujar Kepala Stasiun Geofisika Kupang, Arief Tyastama.
Ia memperingatkan potensi gempa susulan masih akan berlangsung tiga hingga empat pekan ke depan, meski frekuensinya diperkirakan terus menurun.
BMKG berjanji terus memantau dan memperbarui informasi bagi masyarakat dan pihak terkait. Warga diimbau tetap tenang dan hanya merujuk pada sumber resmi.***













