KEPRI TIME – Honda Team Asia, Veda Ega Pratama, mengakhiri sesi latihan bebas pertama MotoGP Aragon dengan napas tertahan. Di sirkuit MotorLand yang licin dan panas, Jumat sore, pembalap Indonesia itu terdampar di peringkat ke-20.
Catatan waktunya 1 menit 58,660 detik terpaut jauh, dari laju tercepat yang ditorehkan rival-rivalnya.
Awal sesi memang tak ramah. Veda Ega langsung terlempar ke posisi ke-22, nyaris menjadi penghuni dasar klasemen. Namun darah Yogyakarta itu tak mau menyerah.
Ia menggaspol, mempertajam putaran, dan merangsek naik ke urutan ke-12. Sejenak, harapan muncul.
Sayang, kecepatan itu tak bertahan. Ban belakang mulai kehilangan cengkeraman, waktu putaran mandek. Delapan menit tersisa, Veda tergelincir ke peringkat ke-14.
Lalu, di momen krusial, Veda Ega Pratama justru melorot lebih dalam. Saat bendera finis dikibaskan, namanya tertahan di posisi ke-20. Tanpa perbaikan berarti.
Di sisi lain, papan atas berganti cepat. Sesi masih dikuasai Brian Uriarte (Red Bull KTM) dengan 1 menit 58,830 detik. Tapi itu hanya sampai penghujung.
David Almansa (Liqui Moly) tiba-tiba melejit, menyempurnakan catatan waktu, dan merebut puncak dengan 1 menit 57,473 detik. Uriarte pun harus rela turun takhta.
Bagi Veda, FP1 ini jadi pelajaran keras, bahwa MotorLand Aragon tak pernah memberi hadiah cuma-cuma.**













