KEPRI TIME – Lionel Messi memastikan diri pamit dari Timnas. Final Piala Dunia 2026 adalah penampilan terakhirnya membanggakan jersey Argentina.
Pengumuman mengejutkan itu disampaikan sendiri oleh Lionel Messi lewat unggahan di akun Instagram pribadinya, beberapa jam setelah laga pamungkas di Lusail usai.
“Setelah merenung panjang, dan mencerna segala kejadian pasca-final, saya sampaikan kepada semua, ini akhir perjalanan saya di tim nasional,” tulis Messi dalam pernyataan emosionalnya.
Keputusan ini tak lahir tiba-tiba. Duka mendalam atas kepergian sang ayah, Jorge Messi, pada 8 Agustus lalu, menjadi pukulan psikologis yang tak terelakkan.
Bagi Messi, kehilangan Jorge berarti kehilangan separuh nyawa. Sang ayah adalah sandaran moral, pendengar setia, dan akar dari segala langkahnya di lapangan hijau.
Gagal mempertahankan gelar juara dunia memperparah luka. Argentina tumbang di tangan Spanyol di partai puncak. Mahkota kedua yang diidamkan sirna.
“Sakitnya begitu dalam. Butuh waktu untuk pulih. Tapi selamanya saya simpan setiap momen indah kami bersama, bagaimana kami bangkit dari keterpurukan, dengan kerja keras dan tekad bulat dari seluruh skuad, serta dukungan penuh rakyat Argentina, hingga akhirnya kami menjelma menjadi yang terbaik di dunia lagi,” kenangnya.
“Bahkan sulit bicara saat melihat capaian hari ini. Tapi tim ini berhasil menembus dua final Piala Dunia berturut-turut. Itu prestasi luar biasa,” tambah Messi.
Rasa syukur pun ia tujukan kepada keluarga, pelatih, rekan setim, dan para manajer yang pernah bekerja sama.
“Terima kasih telah mendampingi saya dalam perjalanan indah sekaligus penuh onak ini. Saya membawa pulang kenangan dan momen yang tak tergantikan.”
Messi pergi dengan banyak trofi. “Saya tenang dan bangga. Bersama rekan-rekan, kami telah memberikan momen-momen terbaik untuk kalian semua. Sungguh pengalaman yang tak ternilai. Aku sayang kalian!”
Statistik Lionel Messi di Edisi 2026
Meski hati tersayat, statistik akhirnya bicara. Di edisi 2026, Messi mencetak delapan gol dan empat assist. Namun ia kalah tajam dari Kylian Mbappe yang menjadi top scorer dengan 10 gol.
Bahkan rekor 17 gol sepanjang masa Piala Dunia yang sempat ia pegang, kini disalip Mbappe yang mengemas 22 gol.
Sejak debut pada 17 Agustus 2005, Messi adalah raja di segala catatan 207 caps dan 125 gol untuk Argentina. Dua Copa America (2021 dan 2024), serta satu Piala Dunia 2022 menghiasi lemari trofinya.
Kini, tanpa parade besar, ia menutup lembaran emas di tanah kelahirannya sendiri dengan air mata, tapi juga senyum keabadian.***













