KEPRI TIME – Presiden Prabowo Subianto menginjakkan kaki di pabrik PT Ilectra Motor Group (ALVA), Cikarang, Kamis (13/8/2026). Kedatangannya bukan sekadar seremoni.
Prabowo langsung meresmikan ekosistem motor listrik nasional, sekaligus meninjau deretan unit teranyar yang dipamerkan.
Tepat pukul 14.00 WIB, Prabowo tiba. Ia tak sendiri. Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartarto, Menteri Investasi dan Hilirisasi merangkap CEO BPI Danantara Rosan Roeslani, serta Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya, setia di sisi.
Begitu melangkah masuk, rombongan langsung berkeliling. Prabowo menyusuri area pameran. Ia menyimak paparan Direktur Utama PT Pindad, Sigit Puji Santosa, sembari sesekali menatap bodi motor dan sistem baterai yang dipajang.
Usai peninjauan, Presiden melangkah ke panggung utama peresmian. Di sana, jajaran kabinet lain turut memadati seperti Menteri Ketenagakerjaan Yassierli, Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kertasasmita, Menteri Luar Negeri Sugiono, dan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa.
Tak ketinggalan, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto, hingga Kepala BRIN Arif Satria, ikut menyaksikan.
Apa yang diresmikan kali ini bukan hanya motor. Pemerintah menggarap ekosistem utuh dari manufaktur, komponen, dan baterai hingga infrastruktur pengisian daya dan penukaran baterai.
Selain itu ada juga skema pembiayaan, distribusi, layanan purna jual, hingga strategi penyerapan pasar.
Hilirisasi Industri Nasional
Di sinilah PT Len Industri tampil sebagai lead integrator. Badan usaha milik negara itu ditugasi mengorkestrasi kolaborasi antar pemangku kepentingan.
Tujuannya, menyatukan langkah, merapikan rantai, dan memastikan ekosistem berjalan seirama.
Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, dalam keterangan tertulisnya, menegaskan ambisi besar proyek ini.
“Ekosistem ini memperkuat hilirisasi industri, menaikkan kapasitas manufaktur, dan merawat rantai pasok dalam negeri,” ujarnya.
Ia menambahkan, proyek ini membuka lapangan kerja sekaligus melibatkan UMKM dan koperasi. Lebih dari itu, pengembangan motor listrik diarahkan untuk menekan impor BBM.
“Ini bagian dari ketahanan energi. Kita kurangi ketergantungan pada minyak, kita perbanyak pemakaian listrik,” tegas Prasetyo.
Dari Cikarang, Prabowo mengirim sinyal masa depan transportasi Indonesia tak lagi bergantung pada mesin bakar, tapi pada tenaga listrik dan kerja bersama.***













