Megawati Hangestri Pertiwi Terjepit di Antara Tiga Raksasa V-League

KEPRI TIME – Megawati Hangestri Pertiwi tak punya jalan mulus menuju puncak Liga Voli Korea 2026/2027. Opposite Hyundai Hillstate asal Indonesia itu pantas disejajarkan dengan nama-nama elite V-League.

Performa, pengalaman, produktivitas poin, dan naluri menerobos pertahanan lawan jadi senjata utamanya. Tapi status papan atas tak menjamin kemudahan.

Sebab, tiga sosok ini siap menghadang Sang Megatron: Gyselle Silva (GS Caltex), Moma Bassoko (Hi-Pass), dan Viktoriia Danchak (IBK Altos).

Silva jadi ancaman nomor satu. Opposite Kuba itu baru saja meraih MVP, Best Opposite, dan pencetak poin terbanyak musim 2025/2026. Nama lengkapnya Gyselle de la Caridad Silva Franco. Ia sedang di puncak.

BACA JUGA:  Akhir Oktober 2026, Bali Gelar Catur Internasional

Bassoko tak kalah menyeramkan. Pemain Kamerun andalan Hi-Pass ini tahu betul medan V-League. Laetitia Moma Bassoko demikian nama lengkapnya, ia pernah menyabet Best Opposite dan Best Scorer pada 2021/2022. Pengalamannya berbicara.

Danchak? Jangan anggap remeh. Opposite Ukraina di IBK Altos itu pernah membukukan 910 poin dalam satu musim. Catatan yang melampaui torehan Megawati di periode sama.

BACA JUGA:  Cedera Kambuh, Pogba Terancam Dipecat Monaco

Musim reguler 2024/2025 jadi panggung pembuktian. Megawati eks Red Sparks berada di posisi ketiga dengan 802 poin.

Di atasnya ada Silva (1.008) dan Danchak (910). Bassoko menyusul di belakang dengan 721 poin, sementara Vanja Bukilic yang kini kembali ke Red Sparks mengoleksi 638 poin.

Megawati masuk elite. Tapi di puncak, persaingan tak kenal ampun. Tiga nama itu bukan sekadar pesaing, mereka adalah tembok yang harus dirobohkan satu per satu. ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *