Cedera Kambuh, Pogba Terancam Dipecat Monaco

KEPRI TIME – Nasib Paul Pogba di AS Monaco kembali tergantung pada kesehatannya. Gelandang Prancis itu terancam mengakhiri masa baktinya lebih cepat di Stade Louis II setelah cedera hamstring kembali menghantamnya di tengah pramusim.

Monaco menggoda Pogba pada 2025 dengan harapan besar. Namun sejak bergabung, eks penggawa Manchester United dan Juventus itu hanya menghabiskan 115 menit di atas lapangan, terbagi dalam enam pertandingan. Sebuah fakta memalukan bagi pemain berkelas dunia.

Sepanjang berseragam merah-putih, Pogba lebih akrab dengan ruang perawatan ketimbang rumput hijau.

Masalah lutut sempat mengganggunya musim lalu, dan kini cedera baru kembali merepotkan, demikian lapor beIN Sports.

BACA JUGA:  MotoGP Aragon 2026: Bezzecchi Tercepat, Duo Marquez Menguntit

Cedera terbaru ini terjadi saat sesi latihan pramusim di St. George’s Park, Inggris, pada Selasa (11/8). Saat menjalani gim kecil, Pogba tiba-tiba ambruk.

Rasa nyeri hebat menjalar di kaki kirinya, membuatnya berteriak keras sebelum jatuh ke tanah. Rekan-rekan setim segera menghampirinya, membawanya keluar lapangan.

Sore harinya, tim medis langsung menjalani pemeriksaan MRI. Hasilnya: cedera hamstring yang diprediksi akan menepikan Pogba selama beberapa bulan ke depan. Sebuah pukulan telak di momen yang seharusnya jadi awal kebangkitan.

BACA JUGA:  Usai Rumput JIS Rampung, Pramono Undang Anies ke Stadion

Sisa kontrak Pogba baru tersisa satu tahun, hingga akhir musim 2026/2027. Namun manajemen Monaco mulai kehilangan kesabaran.

Mereka berharap bisa duduk satu meja dengan sang pemain dan mencapai kesepakatan untuk mengakhiri kontrak lebih awal. Alasan mereka pragmatis: gaji besar tak sebanding dengan kontribusi minim.

Catatan pramusim 2026/2027 semakin memperjelas kerapuhan fisik Pogba. Ia hanya tampil 45 menit saat uji coba melawan Saint-Priest. Empat laga pramusim lainnya, namanya tak terlihat dalam daftar pemain.

Monaco sadar, cedera berulang Pogba menjadi batu sandungan bagi skuad asuhan Adi Hütter.

BACA JUGA:  Dari Community Shield ke Liga Inggris, Arsenal Tancap Gas

Karena itu, opsi pemutusan kontrak bukan sekadar isu, melainkan strategi untuk membuka ruang fiskal dan merebut pemain anyar di lini tengah.***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *