Batam  

BP Batam Siapkan SWRO dan IPA Baru untuk Jamin Ketersediaan Air Bersih

Oplus_131072

KEPRI TIME – BP Batam terus memacu berbagai langkah strategis, guna menjamin ketersediaan dan kesinambungan pelayanan air minum bagi masyarakat.

Langkah ini ditempuh BP Batam di tengah kondisi cuaca kering, dan minimnya curah hujan yang melanda wilayah Batam saat ini.

Anggota Deputi Bidang Pengusahaan BP Batam, Denny Tondano, menjelaskan bahwa ketersediaan air bersih di Batam sangat bergantung pada sumber air baku yang berasal dari waduk.

Oleh karena itu, kata Denny, kondisi cuaca menjadi salah satu faktor krusial yang harus diantisipasi secara kolektif.

“BU SPAM BP Batam dan PT Air Batam Hilir senantiasa mengoptimalkan sistem pelayanan agar kebutuhan air bersih masyarakat tetap menjadi prioritas utama,” ujar Denny, Sabtu (8/8/2026).

Denny memaparkan, khusus untuk Waduk Nongsa, volume airnya terus menyusut akibat rendahnya curah hujan di daerah tangkapan air.

BACA JUGA:  Lagi, Wanita Muda Lompat dari Barelang

Kondisi ini pun berdampak langsung pada kapasitas produksi Instalasi Pengolahan Air Minum (IPAM) Nongsa. Meski demikian, pihaknya tetap mengoperasikan instalasi secara maksimal.

Proses pengolahan dan distribusi air pun, masih mengacu pada standar baku mutu yang berlaku.

Untuk menjaga kontinuitas pelayanan, BP Batam menggenjot pasokan dari IPAM lain melalui jaringan interkoneksi. Upaya ini dilakukan demi memastikan distribusi air tetap merata, termasuk ke wilayah ujung jaringan.

Namun, dalam kondisi tertentu, penyesuaian distribusi berpotensi menggeser jam layanan pelanggan.

Denny juga meluruskan isu yang beredar. Ia menegaskan bahwa kawasan Nongsa Digital Park (NDP) sama sekali tidak bergantung pada Waduk Nongsa.

Sebab, pasokan utama NDP justru berasal dari jaringan Waduk Duriangkang. Sementara itu, Waduk Nongsa hanya berfungsi sebagai sumber pendukung atau suplemen.

BACA JUGA:  Sertijab Dua Pejabat Utama dan 4 Kapolsek di Polresta Barelang, Ini Namanya

“Kami terus memaksimalkan seluruh sumber dan jaringan yang tersedia untuk menjaga pelayanan air bersih, baik untuk kebutuhan rumah tangga maupun industri,” tegas Denny.

Tidak hanya fokus pada pelayanan jangka pendek, BP Batam juga memperkuat infrastruktur air bersih secara berkelanjutan. Perluasan jaringan pipa distribusi dan penambahan kapasitas instalasi pengolahan terus digalakkan.

“Sebagai bukti nyata, tahun ini BP Batam mulai membangun instalasi pengolahan air (IPA) baru berkapasitas 50 liter per detik di Sei Ladi,” katanya.

Selain itu, BP Batam pun aktif mengembangkan potensi sumber air baru di luar waduk yang sudah ada. Langkah ini ditempuh sebagai bentuk antisipasi terhadap pertumbuhan penduduk dan meningkatnya kebutuhan industri di masa depan.

“Salah satu terobosan yang diandalkan adalah teknologi Sea Water Reverse Osmosis (SWRO), yakni metode pengolahan air laut menjadi air tawar atau air bersih,” ujar Denny.

BACA JUGA:  Laporan Tanah Mulai Mengalir, BP Batam Catat 66 Perusahaan Patuh

Selanjutnya, penguatan interkoneksi antarwaduk juga terus digarap. Dengan demikian, distribusi air ke berbagai wilayah, termasuk Nongsa, menjadi semakin fleksibel dan stabil.

Di tengah kondisi cuaca yang masih sulit diprediksi, Denny pun mengajak seluruh masyarakat Batam agar menggunakan air secara bijak dan proporsional.***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *