Google Luncurkan Pixel 11 Series, RAM Varian Pro Dipangkas

KEPRI TIME – Google resmi memperkenalkan lini ponsel pintar Pixel 11 series, Rabu (19/8/2026). Empat varian sekaligus dilepas ke pasar Pixel 11 standar, Pixel 11 Pro, Pixel 11 Pro XL, dan Pixel 11 Pro Fold.

Seluruhnya mengusung prosesor terbaru buatan Google Pixel 11 Series sendiri, Tensor G6, serta bertumpu pada sistem operasi Android 17.

Yang menarik, Google tidak sekadar menjual gawai anyar. Mereka mengemas efisiensi penggunaan lewat kecerdasan buatan yang tertanam dalam setiap seri Pixel 11.

Namun, di balik kemewahan fitur, ada keputusan mengejutkan, dimana RAM di varian Pro justru dipangkas.

Pixel 11 standar dibanderol mulai 899 dolar AS atau sekitar Rp13,9 juta. Sementara Pixel 11 Pro dijual 1.099 dolar AS (Rp17 juta), Pro XL 1.299 dolar AS (Rp20,1 juta), dan Pro Fold menjadi yang paling mahal, 1.899 dolar AS atau nyaris Rp29,4 juta.

BACA JUGA:  Batam Ramai Wisman Akhir Pekan, Pemkot Dorong Wisata Lebih Beragam

Untuk layar, Google memanjakan varian Pro dan Pro XL dengan panel OLED LTPO yang sanggup menyentuh kecerahan puncak 3.600 nits.

Teknologi pengisian daya nirkabel pun dipermak lewat Pixelsnap berkekuatan 25 watt, lebih cepat dari generasi sebelumnya.

Google Pangkas RAM Pixel 11 Pro

Tapi ada harga yang harus dibayar. Varian dasar Pixel 11 Pro kini cuma dibekali RAM 12GB. Turun dari 16GB yang disematkan pada model pendahulunya.

Google terang-terangan mengurangi kapasitas memori, meski menyediakan ruang penyimpanan internal mulai 256GB hingga 1TB.

BACA JUGA:  Huawei Pastikan Mate XT 2 Meluncur 7 September 2026

Di sektor optik, Google menyematkan sensor telefoto 5x pada varian Pro. Kemampuannya diklaim menyerap cahaya 30 persen lebih banyak. Hasil jepretan malam diharapkan lebih terang, tanpa banyak noise.

Fisik ponsel pun mendapat sentuhan baru. Google memasang modul LED bernama HiLight di punggung perangkat. Lampu melingkar di area kilat kamera itu bukan sekadar aksesori.

Ia menyala saat asisten AI Gemini aktif. Juga berkedip ketika panggilan dari kontak prioritas masuk sebuah isyarat visual yang menggantikan getaran atau dering.

Sisi perangkat lunak tak kalah ambisius. Google memperkenalkan fitur Proactive Assistance, dimana kemampuan ini membaca pesan teks yang masuk.

Lalu memberi saran otomatis mengecek jadwal rapat, mengingatkan janji, hingga memesan tempat makan tanpa pengguna harus membuka aplikasi satu per satu.

BACA JUGA:  Range Rover GT: SUV Premium yang Tak Melulu Konvensional

Dengan kombinasi hardware anyar, AI makin cerdas, dan lampu yang berbicara, Google mencoba menggeser posisi iPhone sekaligus mempertahankan harga premium.

Satu yang pasti, konsumen harus rela kehilangan 4GB RAM demi mendapatkan segala kemewahan itu.***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *