KEPRI TIME – Proyek revitalisasi Sungai Tanjung Uma yang dikerjakan BP Batam di kawasan Lubuk Baja, tepatnya di samping Pantai Cafe, Jalan Bukit Permata, diduga melakukan penimbunan alur sungai.
Penimbunan tersebut menyebabkan alur sungai menjadi sempit, dan hutan mangrove di sekitar lokasi ikut tertimbun alat berat.
Berdasarkan pantauan di lokasi, pengerjaan proyek telah berlangsung selama kurang lebih dua bulan.
Hal ini diungkapkan oleh salah satu petugas keamanan (sekuriti) Perumahan Bukit Permata, Baloi, Lubuk Baja.
“Saya kurang tahu dari PT mana yang mengerjakan, tapi yang jelas itu sudah berjalan kurang lebih dua bulan,” ujarnya, belum lama ini.
Menurut seharusnya, aliran Sungai Tanjung Uma diberi batu miring agar tidak mempersempit jalur air. Dengan demikian, ketika hujan turun dan volume air besar, tidak menyebabkan banjir.
Sementara itu, informasi yang beredar menyebutkan bahwa di lokasi proyek revitalisasi Sungai Tanjung Uma tersebut akan dibangun sebuah mal. Mal tersebut digadang-gadang akan menjadi yang terbesar di Indonesia.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada pihak BP Batam yang memberikan keterangan resmi terkait proyek revitalisasi Sungai Tanjung Uma tersebut.***













