Hukum  

Satu Bulan Ngekos, WF Akhiri Hidup dengan Seutas Tali

KEPRI TIME – Rumah kos di Jalan Sunaryo, Tanjungpinang Barat, justru menggema oleh teriakan histeris. Pemilik kos, Kiawidarti, mendapati anak kosnya bergelantungan di kamar mandi, Rabu (9/8) Pukul 06.30 WIB.

Pemilik kos niatnya hanya menyapu, namun berubah menjadi lari tunggang-langgang. “Saya kira hantu,” katanya, masih gemetar.

Korban, berinisial WF, sudah tak bernyawa saat ditemukan. Wajahnya tertutup pakaian, tubuhnya membisu di ujung tali. Hanya satu bulan ia menumpang di rumah itu.

Sehari-hari, WF dikenal sebagai pekerja di sebuah rumah makan. Asalnya dari Pulau Pangkil. Di Ganet, kakaknya masih menunggu kabar yang tak pernah disangka ini.

BACA JUGA:  Dari Vietnam ke Batam, 800 Kg Ketamin Disita dalam Operasi Gabungan

Takut mencengkeram, namun Kiawidarti tak kehilangan akal. Ia segera membangunkan warga. Ketua RT pun tak menunggu lama, laporan pun meluncur ke Polsek Tanjungpinang Barat tepat pukul 07.00 WIB.

Hanya dalam hitungan menit, piket SPKT tiba di lokasi. Namun, mereka tak bisa berbuat banyak. Identifikasi adalah langkah selanjutnya.

Pukul 07.45 WIB, Tim Identifikasi Polresta Tanjungpinang menyibak kamar mandi itu. Olah tempat kejadian perkara berlangsung saksama.

BACA JUGA:  Terindikasi Jaringan Rokok dan Miras Ilegal di Batam Asal China, Bareskrim Diminta Usut Pemasok

Mereka memeriksa tubuh WF, mencari jejak, mengais petunjuk dari kesunyian pagi. Hasilnya? Masih rahasia.

Sekitar pukul 08.40 WIB, ambulans RSUP Provinsi Kepulauan Riau datang. Jenazah WF dievakuasi, dibawa ke meja visum. Dari kamar mandi ke rumah sakit, dari teka-teki ke meja pemeriksaan.

Kini, Polresta Tanjungpinang yang memegang kendali. Mereka masih memeriksa, masih menyelidiki. Penyebab kematian ini masih menggantung, seperti tubuh WF di pagi yang kelam itu.***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *