Hukum  

Dari Vietnam ke Batam, 800 Kg Ketamin Disita dalam Operasi Gabungan

KEPRI TIME – Operasi gabungan lintas lembaga berhasil membongkar jaringan penyelundupan narkotika internasional. Delapan ratus kilogram Ketamin HCL diamankan dari kapal kargo berbendera Komoro di perairan Anambas.

Pengungkapan ini merupakan pengembangan dari penangkapan kapal MV King Sun, dengan 1,3 ton Ketamin awal Agustus lalu.

Konferensi pers di Gedung Lancang Kuning Polda Kepri, Selasa (1/9/2026), menjadi ajang pemaparan operasi pengungkapan Ketamin kolosal ini.

Kabareskrim Polri Komjen Syahar Diantono, Kadivhumas Polri Irjen Johnny Eddizon Isir, Dirjen Bea dan Cukai Letnan Jenderal TNI (Purn.)

Djaka Budhi Utama, Deputi Pemberantasan BNN Irjen Aswin Sipayung, Deputi Penindakan BPOM Irjen Tubagus Ade Hidayat.

Kapolda Kepri Irjen Asep Safrudin, Gubernur Kepri H. Ansar Ahmad, serta jajaran Forkopimda hadir menyaksikan deklarasi pengusaha hiburan malam menandatangani pakta integritas P4GN.

Pergerakan Mencurigakan di Laut Vietnam

Direktur Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri memaparkan kronologi pengungkapan. Setelah mengamankan MV King Sun awal Agustus, tim mendeteksi kapal Fuchangxing 1 menunjukkan pola mencurigakan.

BACA JUGA:  Sarang Barang Ilegal di Komplek Warna Jaya Industrial Park Bebas Beroperasi, BC Batam Kemana?

Kapal general cargo berbendera Komoro itu mematikan sistem identifikasi otomatis (AIS), ini adalah langkah klasik penyelundup menghilangkan jejak.

Pada 19 Agustus, Fuchangxing 1 terpantau melakukan transfer muatan ship to ship dengan kapal tanker MT Ashley di perairan Vietnam. Satuan tugas gabungan Bareskrim, BNN, Bea Cukai, Polda Kepri, dan TNI AL segera menyusun operasi pengejaran.

Intersepsi pertama terjadi 22 Agustus di perairan Anambas. Sepuluh awak Fuchangxing 1 diamankan sembilan warga Myanmar dan satu warga Taiwan.

Sehari berselang, MT Ashley berhasil diintersepsi di Natuna dengan enam awak Indonesia.

Setelah Fuchangxing 1 merapat ke Batam, penggeledahan menyeluruh dilakukan. Petugas menemukan 40 karung tersembunyi di steering room bagian buritan.

Setiap karung berisi 20 bungkus, masing-masing berbobot satu kilogram. Total 800 bungkus Ketamin HCL.

Uji laboratorium memastikan seluruhnya positif Ketamin. Sementara MT Ashley dinyatakan bersih dari narkotika. Polisi menyita satu unit kapal, tiga alat komunikasi, dan perlengkapan kapal lainnya.

BACA JUGA:  Polsek Lubukbaja Amankan 74 Cartridge Vape Berisi Narkoba di Hotel Nagoya Inn

Tersangka Manajer Kapal, Pembawa 800 Kg Ketamin di Ancaman 12 Tahun Penjara

Penyidik Dittipidnarkoba menetapkan WLC (30), warga Taiwan, sebagai tersangka. Ia diduga manajer Fuchangxing 1 sekaligus pengendali pengiriman 800 kilogram Ketamin.

Tersangka dijerat Pasal 435 UU Nomor 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan juncto Lampiran I UU Nomor 1 Tahun 2026. Ancaman pidana penjara paling lama 12 tahun atau denda kategori VI sebesar Rp2 miliar.

Deputi Pemberantasan BNN Irjen Aswin Sipayung mengapresiasi kolaborasi antarinstansi. Menurutnya, operasi gabungan ini membuktikan komitmen memutus rantai peredaran gelap narkotika jalur laut.

Deputi Penindakan BPOM menyoroti pergeseran pola penyalahgunaan Ketamin. Dari penggunaan individual, kini bergeser ke peredaran skala besar. Temuan 800 kilogram menjadi sinyal waspada.

Deklarasi Pengusaha Hiburan Malam

Konferensi pers dirangkaikan deklarasi dan penandatanganan Pakta Integritas P4GN. Para pengusaha dan pengelola tempat hiburan malam se-Kepri berkomitmen mencegah lokasi usaha mereka menjadi sarana peredaran narkotika.

BACA JUGA:  Kasasi Dikabulkan, Jaksa Gowa Tuntaskan Dugaan Korupsi JKN

Kapolda Kepri Irjen Asep Safrudin menegaskan pengawasan ketat akan dilakukan. “Tidak ada lagi toleransi terhadap narkotika di tempat hiburan malam. Kita kontrol bersama,” tegasnya.

Delapan ratus kilogram Ketamin HCL memiliki nilai ekonomis Rp1,28 triliun. Operasi ini diperkirakan menyelamatkan empat juta jiwa dari ancaman penyalahgunaan.

Keberhasilan ini menjadi pukulan preventif (preventive strike), dan komitmen melindungi generasi muda menuju Indonesia Emas 2045.***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *