Proyek Tiga Kapal Pelni Rp4,5 Triliun, Iperindo: Tak Harus Dibuat di Luar Negeri

KEPRI TIME – Rencana PT Pelni membangun tiga kapal penumpang anyar senilai Rp4,5 triliun bukan sekadar pengadaan armada. Di balik angka itu, tersimpan satu ujian besar.

Ketua Umum Institut Galangan Kapal dan Sarana Lepas Pantai Indonesia (Iperindo), Anita Puji Utami, menegaskan proyek ini sejalan dengan instruksi Presiden Prabowo Subianto untuk menguatkan industri maritim nasional.

Namun, Anita mengingatkan, jangan sampai proyek strategis ini justru melesat ke luar negeri.

“Tiga kapal baru Pelni harus menjadi momentum menguji sekaligus membuktikan kemampuan galangan kapal nasional,” ujar Anita, Selasa (11/8/2026).

BACA JUGA:  Cegah Celah Maling, Rutan Cipinang Perketat Tiga Tahap Pemeriksaan

Anita pun meluruskan anggapan yang kerap muncul desain dari Italia bukan berarti pembuatan pun harus di sana. Desain dan konstruksi adalah dua ranah yang bisa dipisah.

Sepanjang galangan dalam negeri memenuhi spesifikasi teknis, standar keselamatan, dan klasifikasi internasional, maka pekerjaan itu sah-sah saja digarap di rumah sendiri.

Transisi berikutnya: Iperindo juga mendorong Danantara agar turun tangan. Badan pengelola investasi itu diminta memastikan proyek Rp4,5 triliun memberi dampak nyata bagi industri maritim Tanah Air. Bukan sekadar tiga kapal jadi, tapi ekosistem ikut bergerak.

BACA JUGA:  Rp1,4 Triliun Tak Cukup, BNN Desak DPR Tambah Dana Rp5 Triliun Tahun 2027

Sebab, menurut Anita, sejumlah galangan lokal saat ini sudah memiliki kapasitas dan fasilitas untuk menangani kapal modern.

Maka, jika proyek sebesar ini dipercayakan ke anak bangsa, dampaknya akan berlipat daya saing industri terangkat, lapangan kerja terbuka, komponen dalam negeri terserap, dan ekonomi nasional ikut berdenyut.

“Jika proyek strategis ini dipercayakan kepada galangan nasional, manfaatnya tidak hanya menghasilkan tiga kapal baru.

BACA JUGA:  Kementrans: Galang, Batam, Rempang Jadi Wajah Baru Transmigrasi di Kepri

Tetapi, juga memperkuat daya saing industri maritim, menciptakan lapangan kerja, meningkatkan penggunaan komponen dalam negeri, dan menggerakkan ekonomi nasional,” kata Anita.***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *