Gempa NTT: 87 Meninggal, 1.298 Luka, 150 Ribu Mengungsi

Oplus_131072

KEPRI TIME – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), melaporkan korban jiwa akibat gempa yang menghantam Nusa Tenggara Timur (NTT) terus bertambah.bnpb.go.id

Dari data BNPB per Sabtu (22/8/2026), angka korban meninggal akibat gempa NTT mencapai 87 orang. Sementara itu, 1.298 warga lainnya mengalami luka-luka.

“Hari ini secara kumulatif jumlah yang meninggal gempa NTT ada 87 jiwa,” ujar Pelaksana Tugas Kepala Pusat Data Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan, dalam konferensi pers yang disiarkan kanal YouTube BNPB.

Rincian korban meninggal tersebar di tujuh kabupaten. Manggarai menjadi wilayah dengan korban terbanyak, yakni 31 orang.

BACA JUGA:  Polrestabes Medan Sembunyikan Identitas Tersangka di Balik Ledakan Grand Polonia

Disusul Manggarai Timur 30 orang, Nagekeo 13 orang, Sikka 9 orang, Ngada 4 orang, Ende 2 orang, dan Manggarai Barat 1 orang.

Dari total korban luka, 336 orang di antaranya mengalami luka berat. Kabupaten Manggarai Timur mencatat jumlah luka tertinggi dengan 643 orang, kemudian Manggarai sebanyak 285 orang.

“Total korban luka mencapai 1.298 jiwa, dengan luka berat 336. Manggarai Timur yang terbanyak, disusul Manggarai,” jelas Berton.

Guncangan susulan yang tak kunjung reda turut mendorong lonjakan jumlah pengungsi. BNPB mencatat, saat ini 150.576 orang terpaksa meninggalkan rumah mereka. Angka ini melonjak dari hari sebelumnya yang berkisar 130 ribu jiwa.

BACA JUGA:  Korban Jiwa Gempa NTT Jadi 51, Akses Reo Dibuka

“Pengungsi bertambah dari angka kemarin 130-an ribu, kini sudah 150.576 jiwa. Tiga kabupaten dengan pengungsi terbanyak adalah Manggarai 41.427 jiwa, Nagekeo 34.256 jiwa, dan Manggarai Timur 31.372 jiwa,” tuturnya.

Hingga hari ini, BNPB mencatat lebih dari 5.000 kali gempa susulan masih terus mengguncang NTT. Totalnya mencapai 5.012 kali, dengan magnitudo terbesar 6,2 dan terkecil 1,1. Dari jumlah itu, 124 kali guncangan dirasakan langsung oleh warga.

BACA JUGA:  Bendera Putih Berkibar di Banda Aceh, Desakan Status Bencana Nasional Menguat

“Gempa susulan masih sering terjadi. Hari ini kami catat 5.012 kali, dan yang dirasakan warga sebanyak 124 kali,” pungkas Berton.***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *