Mendagri: Pembangunan Daerah NTT Tunggu Tanah Stabil

KEPRI TIME – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian dan Maruarar Sirait bersinergi tangani rumah rusak di NTT. Pendataan presisi jadi kunci rekonstruksi, namun pembangunan tertahan karena ancaman guncangan susulan.

Dua menteri duduk semeja. Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian dan Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait membahas nasib ribuan rumah yang hancur diguncang gempa di Nusa Tenggara Timur (NTT). Rapat digelar di Kantor Kementerian PKP, Jakarta, Kamis (20/8) .

Penanganan tak melibatkan dua kementerian saja. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan para pengembang perumahan turut dipanggil.

“Untuk perumahan, kami dari BNPB dan PKP bisa dibantu bapak-bapak sekalian,” ujar Tito, Jumat (21/8) .

BACA JUGA:  Joko Anwar Buka Tabir Pengabdi Setan 3: Origin, Horor Merentang dari Eropa ke Jawa

Pemerintah bergerak cepat mendata. Tiap rumah yang rusak dikategorikan berat, sedang, atau ringan.

Tito menegaskan, sebagian besar rekonstruksi akan memakai skema in situ. Rumah dibangun kembali di atas tanah asalnya .

Sebanyak delapan kabupaten di NTT porak-poranda. Bukan cuma rumah warga, gedung pemerintah, sekolah, jalan, dan jembatan pun ikut ambruk .

Namun, perbaikan tertahan. “Perbaikan rumah tak bisa dilakukan sekarang, masih dalam kondisi goncang,” kata Tito. “Nanti setelah stabil, rekonstruksi baru bisa jalan.”

Tito menekankan pentingnya data akurat sebagai fondasi. Pendataan dilakukan secara by name by address. Kepala desa, camat, hingga Badan Pusat Statistik (BPS) di daerah dilibatkan . Klasifikasi kerusakan mengacu pada petunjuk teknis BNPB.

BACA JUGA:  Armada Kapal Pelni Dimakan Usia, Pengganti Baru Meluncur 2029

“Inilah waktunya pendataan. Walau nanti bisa berubah, yang tadinya rusak ringan bisa jadi sedang atau berat. Maka maksimalkan kepala desa dan camat, by name by address,” tegasnya .

Mendagri Tito Pastikan Kebutuhan Dasar Pengungsi

Di tengah penantian rekonstruksi, nasib pengungsi tak boleh dilupakan. Tito memastikan pemenuhan kebutuhan dasar bagi warga yang masih tinggal di tenda, makanan, minuman, pakaian, selimut, hingga obat-obatan. Kebutuhan untuk tiga hingga empat minggu ke depan perlu diantisipasi.

Akses logistik mulai pulih. “Pintu-pintu masuk, selain jalan darat, hampir semua terbuka. Mobilitas orang dan barang jadi lebih cepat,” ucapnya.

BACA JUGA:  Gempa NTT: 87 Meninggal, 1.298 Luka, 150 Ribu Mengungsi

Rapat yang sama turut dihadiri Menteri ATR/Kepala BPN Nusron Wahid, pengurus DPP Realestat Indonesia (REI), serta sejumlah pengembang.

Kerja sama semua pihak menjadi keniscayaan. Sembari menunggu tanah NTT benar-benar tenang.***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *