KEPRI TIME – Chief Operating Officer (COO) Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara Indonesia), Dony Oskaria, mengklaim perusahaannya telah membukukan laba Rp330 triliun.
Angka itu, kata Dony Oskaria, melampaui laba Temasek Holdings, raksasa investasi milik pemerintah Singapura.
Dony Oskaria yang juga menjabat Kepala Badan Pengaturan BUMN (BP BUMN), menargetkan laba Danantara melonjak hingga Rp360 triliun pada tahun ini. Target itu, sambungnya, nyaris dua kali lipat dari kinerja Temasek.
“Jadi kalau secara size daripada net income tentu kita sudah lebih besar daripada Temasek,” ujar Dony Oskaria dalam acara Squawk Box CNBC Indonesia, Senin (24/8), dikutip Antara.
Dony merujuk pada laporan keuangan Temasek yang mencatat laba bersih sekitar S$12 miliar atau setara Rp136 triliun.
Ia merasa penting menyampaikan capaian ini ke publik sebagai bukti kemampuan Indonesia membangun perusahaan kelas dunia.
“Saya rasa tidak banyak orang yang tahu bahwa net income kami lebih besar daripada Temasek,” katanya.
Namun, klaim tersebut tak sejalan dengan data keuangan Temasek yang terpublikasi. Berdasarkan laporan untuk tahun buku yang berakhir 31 Maret 2026, laba bersih grup Temasek justru tercatat S$32,4 miliar, atau sekitar Rp451,66 triliun.
Angka itu melonjak 37,9% dari tahun sebelumnya yang sebesar S$23,5 miliar .
Hingga kini, laporan keuangan konsolidasi Danantara sendiri belum juga dirilis ke publik. Proses konsolidasi dan audit atas berbagai entitas BUMN di bawah ekosistemnya masih berlangsung.***













