KEPRI TIME – PT Transnusa Aviation Mandiri (Transnusa) secara resmi meluncurkan penerbangan perdananya (inaugural flight), untuk rute Jakarta-Bangkok pada Minggu (10/8/2026).
Langkah ini sekaligus menandai babak baru bagi maskapai tersebut ,dalam kancah penerbangan internasional.
Group Chief Executive Officer Transnusa, Datuk Bernard Francis, menjelaskan bahwa penerbangan perdana Jakarta-Bangkok bukan sekadar seremonial belaka.
Menurutnya, pencapaian ini menjadi tonggak penting dalam perjalanan ekspansi global Transnusa dan langkah strategis untuk mendorong pertumbuhan konektivitas di kawasan Asia Tenggara.
“Untuk pertama kalinya, kami menghadirkan layanan penerbangan ke Thailand dengan frekuensi dua kali setiap hari dari Jakarta menuju Bangkok,” tegas Datuk Bernard, dalam keterangan tertulisnya di Jakarta.
Transnusa mengoperasikan rute ini dengan frekuensi dua kali penerbangan langsung setiap hari. Dengan demikian, rute ini tidak hanya memperkuat posisi Transnusa di pasar regional, tetapi juga secara signifikan meningkatkan konektivitas udara antara Indonesia dan Thailand.
Seluruh penerbangan menuju Bangkok dilayani melalui Suvarnabhumi Airport, yang merupakan bandara internasional utama Thailand dan berfungsi sebagai hub bagi lebih dari 130 maskapai penerbangan dunia.
Kehadiran rute baru ini tentu memberikan dampak yang luas. Di satu sisi, rute ini mempermudah perjalanan masyarakat Indonesia ke Thailand. Di sisi lain, Transnusa juga membuka akses konektivitas yang lebih luas bagi para pelancong menuju berbagai destinasi internasional lainnya melalui Bangkok.
“Kehadiran rute ini bukan hanya memperkuat konektivitas antara Indonesia dan Thailand, tetapi juga membuka akses yang lebih luas ke jaringan penerbangan internasional melalui Bangkok sebagai salah satu hub utama di kawasan,” ujar Datuk Bernard.
Lebih lanjut, Transnusa berkomitmen untuk terus memperluas jaringan internasionalnya. Maskapai ini berupaya menghadirkan pengalaman perjalanan yang lebih nyaman sembari memperkuat posisi Indonesia di peta penerbangan global.
Sebagai bagian dari peluncuran rute Jakarta-Bangkok, Transnusa pun menawarkan tarif spesial yang terjangkau, mulai dari Rp2.799.000 untuk sekali jalan (one way).
Tidak hanya mendukung sektor pariwisata, pembukaan rute ini juga diharapkan dapat mengerek hubungan ekonomi bilateral.
Peningkatan mobilitas masyarakat, arus perdagangan, investasi, hingga aktivitas MICE (Meetings, Incentives, Conferences, and Exhibitions) diproyeksikan ikut tumbuh seiring dengan hadirnya jalur udara baru ini. Datuk Bernard menyampaikan optimisme yang tinggi.
Menurutnya, tingginya minat wisatawan Indonesia terhadap Thailand dan meningkatnya ketertarikan wisatawan mancanegara, untuk berkunjung ke Indonesia merupakan peluang besar yang harus dioptimalkan melalui konektivitas udara yang makin baik.
“Kami percaya konektivitas yang semakin baik akan mendorong pertumbuhan pariwisata, perdagangan, serta mobilitas masyarakat di kedua negara,” tuturnya.
Selaras dengan keyakinan tersebut, Transnusa menargetkan tingkat keterisian penumpang (load factor) sebesar 75 persen dalam dua bulan pertama operasional.
Bahkan, pihaknya optimistis angka tersebut akan melonjak hingga 80 persen seiring dengan meningkatnya permintaan pasar. Keberhasilan mengoperasikan rute Jakarta-Bangkok ini pun menjadi fondasi kokoh bagi langkah ekspansi berikutnya.
Transnusa sudah menyiapkan rencana pembukaan penerbangan langsung Bali-Phuket, yang dijadwalkan pada 9 September 2026 mendatang.***













