KEPRI TIME – Enam perusahaan secara serentak membuka proses rekrutmen karyawan baru pada hari ini, Jumat (7/8/2026). Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Batam secara resmi mengumumkan informasi tersebut sehari sebelumnya, tepatnya pada 6 Agustus 2026.
Pihak perusahaan memastikan, proses rekrutmen ini tidak memungut biaya sepeser pun kepada para pelamar.
Disnaker Kota Batam merilis daftar posisi yang tersedia untuk lulusan SMA/SMK, Diploma III (D3), hingga Sarjana (S1).
Namun, perlu dicermati bahwa setiap perusahaan memberlakukan kuota penerimaan dan batas waktu pendaftaran yang berbeda-beda.
Oleh karena itu, Disnaker mengimbau para pencari kerja agar segera melengkapi seluruh dokumen persyaratan dan mengirimkan lamaran sebelum masa pendaftaran resmi ditutup.
Berikut rincian enam perusahaan beserta posisi yang sedang mereka buka:
- PT Xena Pranadipa Dhia Cakra (Dhia Cargo) membuka posisi untuk Traffic Controller.
- PT Jianrong Teknologi Indonesia menyediakan dua posisi sekaligus, yakni Assistant Logistic dan Senior Accounting.
- PT Appipa Indonesia membutuhkan tenaga ahli untuk posisi Maintenance Technician.
- PT Virginia Manevi Indonesia sedang mencari kandidat untuk posisi QC Project.
- PT Fortune Prime Indonesia membuka lowongan untuk posisi Electrical Engineer.
- PT Navig Indonesia membutuhkan staf untuk posisi Admin Payroll.
Disnaker juga mengingatkan agar para pelamar secara cermat mengikuti prosedur pendaftaran, yang telah ditetapkan masing-masing perusahaan.
Dengan terus bertambahnya perusahaan yang membuka rekrutmen, peluang kerja di Batam secara bertahap kian meluas. Kondisi ini pada akhirnya diharapkan mampu menekan angka pengangguran di kota industri tersebut.
Meski investasi terus mengalir deras ke Batam dan Kepulauan Riau, realitas di lapangan menunjukkan hal yang kontras.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) per Februari 2026, tingkat pengangguran terbuka di wilayah Kepri masih menyentuh angka 6,87 persen. Bahkan, kontributor pengangguran terbesar tercatat berada di Kota Batam.
Anggota DPRD Kepri, Aman, S.Pd, MM, menyoroti kondisi ini. Menurutnya, pertumbuhan ekonomi yang tinggi di kawasan tersebut belum sepenuhnya berdampak pada penyerapan tenaga kerja.
“Investasi terus masuk ke Batam dan Kepri. Pertumbuhan ekonomi juga tinggi,” ujar Aman kepada wartawan.***













